- Empat tokoh mendirikan rumah produksi baru bernama VM Pictures untuk meramaikan industri perfilman Indonesia.
- VM Pictures menjadwalkan proses produksi film perdana mereka pada penghujung tahun 2026 mendatang.
- Perusahaan kreatif ini menetapkan lima pilar bisnis yang mencakup film, periklanan, multimedia, podcast, dan musik.
Suara.com - VM Pictures (VMP) secara resmi memperkenalkan diri sebagai rumah produksi (PH) anyar yang siap mewarnai layar lebar Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, VMP langsung tancap gas dengan mempersiapkan proyek film perdana yang dijadwalkan masuk meja produksi pada penghujung tahun 2026.
Lahir dari kolaborasi empat sosok bertangan dingin; Viola Harahap, Muhtar Mili, Kicky Herlambang, dan Lukman Hqeem, VM Pictures membawa misi besar.
Keempat pendiri ini menggabungkan pengalaman lintas disiplin untuk membangun fondasi rumah produksi yang tidak hanya sekadar "nama", tetapi berfokus pada kualitas karya yang nyata.
Lebih dari Sekadar Rumah Produksi
Bagi Viola Harahap, mendirikan VM Pictures adalah upaya menciptakan ruang di mana ide-ide liar bisa bertemu dengan eksekusi yang matang.
Ia menegaskan bahwa VMP tidak ingin terjebak pada formalitas perusahaan, melainkan ingin langsung membuktikan taringnya melalui karya.
"Bagi kami, VM Pictures bukan hanya soal mendirikan sebuah perusahaan. Kami ingin mulai dari karya. Karena itu, film menjadi salah satu langkah pertama yang kami persiapkan dengan sangat serius," kata Viola optimis.
Saat ini, VMP tengah berada dalam fase krusial pengembangan proyek. Mulai dari pematangan naskah, perburuan talenta (casting), hingga pemilihan kru teknis dilakukan dengan teliti.
Viola menekankan bahwa persiapan yang matang adalah kunci agar visi kreatif tidak meleset saat proses syuting dimulai.
Lima Pilar Kreativitas
Meski film menjadi ujung tombak, VM Pictures ternyata memiliki sayap bisnis yang luas. Muhtar Mili, salah satu pendiri, memaparkan bahwa VMP dirancang untuk menjadi ekosistem kreatif yang lengkap.
Ada lima pilar utama yang menjadi fokus mereka: Film, Periklanan (Advertising), Multimedia, Podcast, dan Musik.
"Film memang fokus utama kami saat ini, tapi kami juga melihat potensi besar di bidang advertising, multimedia, podcast, hingga produksi video musik. Lima bidang ini adalah fondasi bisnis VM Pictures," ujar Muhtar.
Namun, untuk tahap awal, Muhtar menegaskan bahwa fokus utama tim adalah memastikan proyek film perdana mereka berjalan mulus.
"Yang paling penting sekarang adalah produksi dulu. Kami ingin membuktikan bahwa proyek yang sudah disiapkan ini bisa mewujud menjadi karya yang berkualitas," ucapnya.
Jembatan Kolaborasi: Senior Meet Junior
Salah satu daya tarik VM Pictures adalah semangat kolaborasinya. VMP berkomitmen menjadi wadah pertemuan antara para profesional berpengalaman di industri film dengan talenta-talenta muda yang haus akan inovasi.
Viola meyakini bahwa karakter sebuah rumah produksi akan dikenal melalui karya yang dihasilkan, bukan sekadar struktur organisasi.
Oleh karena itu, proses produksi di akhir 2026 nanti akan menjadi ajang pembuktian sekaligus momentum membangun hubungan erat dengan para aktor dan pekerja kreatif tanah air.
"Kami tahu perjalanan ini tidak sebentar. Tapi semuanya harus dimulai dari satu karya, satu produksi, dan satu langkah nyata," tutup Viola.
Dengan persiapan yang sedang digodok matang, kehadiran VM Pictures patut dinantikan. Apakah film perdana mereka akan menjadi standar baru bagi rumah produksi pendatang baru di Indonesia? Kita tunggu saja aksinya di penghujung 2026.