- Anies Baswedan menghadiri nobar film Bapak Paling Jujur bersama Andovi Da Lopez di Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
- Anies menilai film tersebut sangat menghibur dan cerdas dalam merefleksikan dinamika politik serta pentingnya nilai kejujuran.
- Andovi mengaku sempat tegang karena duduk di sebelah Anies setelah sebelumnya sempat diterpa isu boikot film.
Suara.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri acara nonton bareng (nobar) film Bapak Paling Jujur di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Anies nobar bersama pemeran utama film, Andovi Da Lopez, serta komika David Nurbianto.
Usai pemutaran film, Anies membagikan pandangannya mengenai jalan cerita yang dinilai sarat akan pesan moral sekaligus sindiran terhadap dinamika politik di Indonesia.
Saat ditanya apakah dirinya merasa tersinggung dengan adegan program "Rumah Subsidi Gratis", Anies justru meresponsnya dengan gelak tawa.
"Kalau disingkat RBG ya," ujar Anies sambil tertawa.
Menurut Anies, film tersebut menyuguhkan refleksi mendalam yang dikemas secara cerdas tanpa jeda dan terus berkesinambungan dengan peristiwa politik nyata, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Semua rangkaian itu selalu ada sambungannya ke peristiwa politik. Walau namanya Jakarta, tapi nyambungnya ke mana-mana, ke nasional, ke yang lain," kata Anies.
"Bahkan ada istri Gubernur yang luar biasa itu. Jadi saya lihat kreativitas, kecerdasan, dan ketelitian dari seluruh rangkaian, mulai dari penulis naskah sampai penyutradaraan," ujarnya menyambung.
Meski mengangkat tema kejujuran yang kerap menjadi tantangan di ruang publik maupun kehidupan sehari-hari, Anies menilai film ini berhasil menunaikan fungsinya sebagai tontonan yang sangat menghibur.
"Tidak ada yang sempurna, tapi tahu bahwa ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan itu penting. Film ini mengingatkan kita soal itu," imbuh Anies.
"Tugas film itu menghibur. Kalau punya efek edukasi, itu bagus. Tapi dari awal sampai akhir, film ini sangat menghibur. Apalagi kalau punya minat di dunia politik, akan terasa lebih menghibur lagi," katanya menambahkan.
Sentilan Hasil Pemilu dan Kilas Balik Indeks Integritas
Ketika ditanya mengenai bagian yang paling menyentil perasaannya, Anies menunjuk pada adegan penutup yang membahas hasil kontestasi politik.
"Paling nyentil di akhir sih, ketika bicara tentang hasil pemilu. Dia bilang bahwa apa yang percaya kurang banyak, tapi terus dia bilang, 'yang penting jujur'. Saya rasa itu yang paling nyentil. Ketika selesai proses kampanye dan pemilihan, calon dan timnya tidak malu untuk menceritakan semua prosesnya," ucap Anies.
Topik kejujuran dalam film tersebut juga mengingatkan Anies pada kebijakannya saat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya saat menggagas Indeks Integritas Ujian Nasional (UN).
"Waktu saya bertugas di Kementerian Pendidikan, Ujian Nasional kami tambahkan tidak hanya nilai akademik, tapi juga integritas. Karena bertahun-tahun UN itu isinya kecurangan di mana-mana, sementara sekolah adalah tempat mengajarkan karakter. Makanya dibuat Indeks Integritas untuk tiap sekolah dan wilayah, serta UN tidak lagi jadi syarat kelulusan agar tidak ada kekhawatiran," kenang Anies.
"Kami sadar, integritas itu mata uang masa depan. Anak-anak kita harus tumbuh dengan integritas," tegasnya.
Kegalauan Andovi Duduk di Sebelah Anies
Sementara itu, Andovi Da Lopez mengaku sempat merasa tegang sepanjang pemutaran film karena duduk persis di sebelah Anies.
Terlebih, sebelum film rilis, sempat muncul narasi boikot di media sosial yang mengaitkan karyanya dengan afiliasi politik tertentu.
"Deg-degannya gini, sebelum film keluar, gue diserang isu boikot film pendukung Anies, salah ngeja lagi. Padahal saya sudah ngomong ke sejumlah media kalau film ini enggak mendukung ke siapa-siapa, tapi murni soal kejujuran," beber Andovi.
Andovi menambahkan bahwa Anies memperhatikan film dengan sangat detail, bahkan kerap tertawa melihat berbagai adegan tersembunyi (easter egg) di dalamnya.
Menimpali hal tersebut, Anies memuji akting Andovi yang memerankan karakter Jonas Prakoso.
"Ketika Jonas menutup mulut dan menahan apa yang harus diomongkan, saya ikut menebak kira-kira apa yang ada di benaknya dan apa yang akan keluar dari mulutnya. Tapi yang pasti, dari awal hingga akhir, saya sangat menikmati film ini. This is fun and entertaining," puji Anies.
Sesi tanya jawab pun ditutup dengan gelak tawa bersama antara Anies, Andovi, dan David Nurbianto ketika seorang wartawan melontarkan pertanyaan apakah Anies memetik pelajaran dari film tersebut untuk memenangkan pemilu.
"Dah, cukup, hahahaha," pungkas Anies yang disambut tawa kompak dari Andovi dan David