- Kreator konten Willie Salim dan Raffi Ahmad menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda di Jakarta pada Oktober 2026.
- Kehadiran Willie menuai polemik setelah peserta acara mengaku sebagai mahasiswa bayaran yang mengenakan atribut almamater palsu.
- Willie Salim telah menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa dirinya hadir murni karena memenuhi undangan acara tersebut.
Suara.com - Kreator konten Willie Salim yang dikenal melalui aksi memborong dagangan dan membagikan uang kepada masyarakat itu tengah terseret polemik setelah menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026), Willie hadir bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Kehadiran keduanya menuai sorotan setelah muncul pengakuan sejumlah peserta yang ternyata bukan mahasiswa aktif, meski mengenakan atribut almamater perguruan tinggi.
Bukan kali pertama namanya menjadi perhatian publik, Willie sebelumnya juga pernah menghadapi sejumlah kontroversi, mulai dari polemik rendang 200 kilogram di Palembang hingga tudingan konten giveaway yang direkayasa.
Awal Kemunculan Willie Salim
Willie Salim Agustinus merupakan kreator konten asal Indonesia yang lahir di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, pada 27 Mei 2002.
Ia mulai membangun karier di media sosial sekitar 2020. Namanya kemudian dikenal luas melalui platform TikTok setelah menghadirkan konsep konten bertajuk Mari Kita Borong.
Dalam video-videonya, Willie mendatangi pedagang kaki lima, minimarket, restoran cepat saji, hingga berbagai tempat usaha lainnya untuk membeli dagangan dalam jumlah besar.
Barang-barang yang diborong tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Popularitasnya terus meningkat seiring banyaknya video yang ditonton jutaan kali. Ia bahkan membangun citra sebagai kreator konten muda yang gemar berbagi dan memiliki kemampuan finansial besar.
Dari Rendang Palembang hingga Giveaway Settingan
Di balik popularitasnya sebagai kreator konten yang gemar berbagi, Willie Salim tidak lepas dari kritik dan kontroversi.
Salah satu peristiwa yang paling menyita perhatian terjadi pada Maret 2025 ketika ia membuat konten memasak rendang dalam jumlah besar di Palembang, Sumatera Selatan.
Pada 18 Maret 2025, Willie menggelar kegiatan memasak rendang menggunakan daging dari seekor sapi yang disebut dibeli seharga Rp50 juta di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk berbagi makanan kepada masyarakat selama Ramadan.
Namun, video yang diunggah Willie pada 21 Maret 2025 justru memicu polemik.
Dalam rekaman tersebut, ia memperlihatkan rendang yang sedang dimasak dalam wajan besar tiba-tiba habis ketika dirinya meninggalkan lokasi untuk pergi ke toilet.
Willie kemudian mengaku terkejut karena rendang yang belum selesai dimasak tersebut sudah tidak tersisa.
![Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI? [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/31/46199-willie-salim.jpg)
Video itu memicu reaksi masyarakat, khususnya warga Palembang. Sebagian warganet menilai narasi yang ditampilkan Willie berpotensi membangun citra negatif terhadap masyarakat setempat.
Presenter senior Helmy Yahya, yang juga berasal dari Palembang, ikut memberikan kritik.
Helmy Yahya menilai konten tersebut dapat mempermalukan warga Palembang karena menggambarkan masyarakat seolah-olah tidak tertib dan berebut makanan.
Willie kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Palembang. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut terjadi karena kurangnya persiapan dalam mengatur kegiatan berbagi.
Persoalan itu bahkan berlanjut ke ranah hukum setelah sejumlah pihak melaporkan Willie ke kepolisian.
Polda Sumatera Selatan menerima tiga laporan terkait konten tersebut.
Tudingan giveaway settingan pada Januari 2026
Kontroversi berikutnya muncul pada Januari 2026. Kali ini, Willie dituding membuat konten giveaway yang sudah diatur sebelumnya.
Persoalan bermula ketika seorang pria bernama Risky muncul dalam podcast YouTube Denny Sumargo.
Risky mengaku pernah dilibatkan sebagai talent dalam salah satu video Willie yang dibuat pada 2023.
Ia menyebut diminta berperan sebagai pengemudi ojek online yang seolah-olah bertemu Willie secara tidak sengaja.
Dalam video tersebut, Risky diminta mencari pohon pisang dengan imbalan Rp2 juta.
Namun, ia mengaku uang yang diperlihatkan sebagai hadiah harus dikembalikan setelah proses pengambilan gambar selesai.
Menanggapi tudingan tersebut, Willie memberikan klarifikasi melalui Instagram Story pada 26 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa dalam industri konten digital terdapat format storytelling, dramatization, dan reenactment yang digunakan sebagai bagian dari hiburan.
Willie membantah memiliki niat untuk menipu atau merugikan siapa pun. Ia juga menyebut video yang dipersoalkan merupakan konten lama yang dibuat pada 2023.
Polemik di Bundaran HI Bersama Raffi Ahmad
Belum sepenuhnya lepas dari sorotan akibat kontroversi kontennya, Willie Salim kembali menjadi perbincangan publik pada akhir Oktober 2026.
Kali ini, namanya ikut terseret dalam polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (29/10/2026) dan turut dihadiri Raffi Ahmad serta sejumlah figur publik lainnya.
Raffi hadir dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Sementara Willie terlihat mengikuti kegiatan bersama sejumlah orang yang mengenakan atribut almamater perguruan tinggi.
Persoalan muncul setelah video kegiatan tersebut beredar di media sosial.
Salah satu peserta bernama Bayu Setiadi alias Dino mengaku bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara (Undira), meski mengenakan jas almamater kampus tersebut.
Dalam klarifikasinya, Bayu mengaku datang berdasarkan undangan sebuah komunitas dan mendapatkan bayaran untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Ia juga menyebut jas almamater yang dikenakannya diberikan oleh pihak yang mengundangnya tanpa mengetahui asal-usul atribut tersebut.
Tidak berhenti di situ, peserta lain bernama Sari Putri juga mengaku bukan mahasiswa aktif Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), meski mengenakan almamater dengan logo kampus tersebut.
Windah Basudara kritik Willie Salim
Polemik tersebut turut mendapat perhatian kreator konten gaming, Windah Basudara.
Melalui Instagram Story pada Jumat (30/10/2026), Windah melontarkan kritik keras terhadap Willie setelah melihat kehadirannya dalam acara tersebut bersama Raffi Ahmad.
Windah bahkan sempat menyebut Willie sebagai public enemy komunitas gaming. Ia juga mempertanyakan keterlibatan Willie dalam kegiatan yang dihadiri orang-orang yang mengaku sebagai mahasiswa tersebut.
Willie Salim Minta Maaf
Menanggapi kritik yang bermunculan, Willie akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada 30 Oktober 2026.
Ia menegaskan kehadirannya dalam acara tersebut hanya karena menerima undangan. Willie juga membantah terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta.
Ia turut membantah menerima bayaran atau imbalan dalam bentuk apa pun atas kehadirannya.
Meski demikian, Willie mengakui seharusnya lebih teliti dalam memahami keseluruhan konteks kegiatan yang dihadirinya.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran untuk lebih berhati-hati serta bertanggung jawab ke depannya.
Windah Basudara kemudian merespons permintaan maaf tersebut dan menghapus unggahan yang sebelumnya menyebut Willie sebagai public enemy komunitas gaming.