facebook

Festival Joshi, Tradisi Sambut Musim Semi bagi Wanita Suku kalash di Pakistan

Oke Atmaja
Wanita suku Kalash yang mengenakan pakaian tradisional berjalan menuju rumah kerabat mereka untuk mengumpulkan susu dan menari sebagai bagian dari ritual pada hari pertama festival 'Joshi' di desa Bumburet, Pakistan, Sabtu (14/5/2022). [Abdul MAJEED / AFP]
Wanita suku Kalash yang mengenakan pakaian tradisional berjalan menuju rumah kerabat mereka untuk mengumpulkan susu dan menari sebagai bagian dari ritual pada hari pertama festival 'Joshi' di desa Bumburet, Pakistan, Sabtu (14/5/2022). [Abdul MAJEED / AFP]

Puluhan wanita dari suku Kalash ini menari dan mengumpulkan susu untuk festival 'Joshi' yaitu festival untuk merayakan datangnya musim semi di Pakistan.

Suara.com - Wanita suku Kalash yang mengenakan pakaian tradisional berjalan menuju rumah kerabat mereka untuk mengumpulkan susu dan menari sebagai bagian dari ritual pada hari pertama festival 'Joshi' di desa Bumburet, Pakistan, Sabtu (14/5/2022). Puluhan wanita dari suku Kalash ini menari dan mengumpulkan susu untuk festival 'Joshi' yaitu festival untuk merayakan datangnya musim semi di Pakistan.

Selain itu, suku Kalash yang memiliki populasi kurang dari 4.000 orang dan bermukim di beberapa desa terpencil di utara Pakistan ini akan melakukan kegiatan berkurban, pembaptisan, dan pernikahan saat festival 'Joshi' berlangsung.

Dikenal dengan kulit pucat dan mata berwarna terang mereka, suku Kalash mengklaim hubungan leluhur mereka berasal dari pasukan Alexander Agung yang menaklukkan wilayah itu pada abad ke-empat sebelum Masehi.

Berbeda dengan penduduk Pakistan yang mayoritas beragama islam, mereka menyembah banyak dewa, memiliki tradisi minum alkohol dan boleh menikah dengan siapa saja orang pilihannya.
[Abdul MAJEED / AFP] [Suara.com/Alfian Winanto]

Komentar