Gelar RUPSLB, PT Bank KB Bukopin Dapat Tambahan Modal

Dwi Bowo Raharjo | Alfian Winanto
Komisaris Utama Jerry Marmen (ketiga kiri), Direktur Utama Woo Yeul Lee (kedua kanan) dan Wakil Direktur Utama Robby Mondong (kanan) saat RUPS Luar Biasa PT Bank Bukopin TBK di Jakarta, Rabu (30/11/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Komisaris Utama Jerry Marmen (ketiga kiri), Direktur Utama Woo Yeul Lee (kedua kanan) dan Wakil Direktur Utama Robby Mondong (kanan) saat RUPS Luar Biasa PT Bank Bukopin TBK di Jakarta, Rabu (30/11/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Robby mengatakan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan upaya KB Bukopin dalam menjaga kecukupan modal sesuai regulasi.

Suara.com - PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) mendapat persetujuan penambahan modal dari Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) melalui rights issue.

Penambahan modal KB Bukopin tersebut, rencananya akan dilakukan melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT VII) dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue dengan menerbitkan saham baru seri B sebanyak-banyaknya 120 miliar lembar saham.

Hadir dalam RUPSLB tersebut Komisaris Utama Jerry Marmen, Direktur Utama Woo Yeul Lee dan Wakil Direktur Utama Robby Mondong.

Deputy President Director KB Bukopin, Robby Mondong, mengatakan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan upaya KB Bukopin dalam menjaga kecukupan modal sesuai regulasi dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

“Dalam rangka menjaga daya saing yang sehat dan kuat di industri keuangan nasional maupun regional. Sehingga dapat memberikan nilai tambah baik kepada Pemegang Saham, karyawan, manajemen, serta kepada pemegang kepentingan yang lebih luas (stakeholder)” kata Robby usai RUPSLB di Kantor Pusat Bank KB Bukopin, Rabu (30/11/2022).

Dengan adanya tambahan struktur modal baru, KB Bukopin semakin siap dan optimis  dalam berkompetisi di layanan industri keuangan Nasional. Target KB Bukopin selanjutnya adalah tetap konsisten dalam pengembangan bisnis terutama pada segmen SME dan Ritel, serta dukungan dari pengembangan digitalisasi TI. [Suara.com/Alfian Winanto]