Fresh.suara.com - Sebuah video memperlihatkan seorang perempuan yang memergoki suami dan selingkuhan viral di media sosial.
Sang perempuan yang merupakan istri sah dari lelaki dalam mobil ini menghancurkan jendela mobil di jalan dengan batu bata. Aksi perempuan berusia 41 tahun itu memicu kerumunan penonton.
Dalam video yang diposting online, sang istri sah menghentikan mobil yang diyakini dinaiki suami dan selingkuhannya itu. Ia lantas mulai meneriaki suaminya yang duduk di kursi pengemudi.
"Dia hanya bisa menjadi kekasihmu selama aku masih memiliki akta nikah kita," teriak Li.
"Kamu tidak tahu malu membawanya ke hotel dengan aku tahu!" lanjut Li.
Sang istri sah kemudian mulai meninju jendela mobil setelah berteriak pada keduanya untuk keluar dari kendaraan. Aksinya membuat banyak orang berkerumun.
Kemudian, Li menemukan batu bata dan mulai menggunakannya untuk menghancurkan jendela mobil, mengancam pasangan itu jika mereka tidak keluar.
“Jangan sakiti tanganmu,” kata seorang penonton kepada Li, saat orang banyak bertepuk tangan untuknya.
Menurut seorang saksi, Li mengikuti suami dan kekasihnya dari kota terdekat.
Baca Juga: Gosipnya Rumah Tangga Berantakan, Eh Ahreum T-ara Malah Hamil Anak Kedua
Akhirnya, polisi tiba dan membawa pasangan itu ke dalam mobil dan Li ke tahanan. Dikutip dari SCMP, peristiwa ini terjadi pada tanggal 26 Juni. Perempuan yang mengamuk tersebut bermarga Li dan berasal dari Langfang, provinsi Hebei, Cina utara.
Dalam siaran langsung yang dilakukannya pascaperistiwa tersebut pada tanggal 29 Juni, Li mengatakan dia kehilangan kesabaran setelah suaminya menolak untuk pergi bersamanya.
“Dia seharusnya pulang bersamaku karena aku sudah menangkap mereka,” Li menjelaskan.
"Tapi dia bersikeras pergi dengan kekasihnya."
"Jika dia menjelaskan dan menghibur saya, saya tidak akan membuat keributan di jalan.”
Li mengatakan bahwa suaminya telah menganggur selama lebih dari enam bulan dan uang di rekening bank mereka hampir habis.
“Jika saya menceraikannya sekarang, itu berarti saya tidak akan punya apa-apa lagi setelah 10 tahun menikah,” katanya.
Banyak orang mendukung Li, sementara yang lain menyarankannya untuk mengajukan cerai.
"Pria dan kekasihnya akan kena batunya," tulis seorang netizen.
"Anda harus menceraikannya sesegera mungkin dan menemukan cara untuk memperjuangkan kepentingan Anda," ujar lainnya.
Menurut data Kementerian Urusan Sipil, sekitar 9,5 juta pasangan di China mendaftar untuk menikah pada tahun 2020, sementara sekitar 4,2 juta pasangan mengajukan gugatan cerai pada tahun yang sama.
Untuk menghentikan tingkat perceraian yang meningkat, periode pendinginan perceraian selama 30 hari diperkenalkan dalam KUH Perdata pada awal tahun 2021, yang mengharuskan pasangan yang ingin bercerai untuk menunggu selama 30 hari sebelum menyelesaikan prosedur.