Ternyata Pakai Benda Ini! Pesulap Merah Bongkar Rahasia Santet yang Ternyata Bukan Mistis

fresh | Suara.com

Minggu, 07 Agustus 2022 | 06:57 WIB
Ternyata Pakai Benda Ini! Pesulap Merah Bongkar Rahasia Santet yang Ternyata Bukan Mistis
Pesulap Merah

Fresh.suara.com - Selama ini, masyarakat luas menilai santet, alias praktik jahat menyakiti orang dari jarak jauh sebagai aktivitas mistis. Namun, baru-baru ini Pesulap Merah membongkar bahwa sejatinya santet dilakukan bukan dengan kekuatan mistis, melainkan dengan racun.

Pemilik nama asli Marcel Radhival ini pun membeberkan cara santet mematikan yang bisa membunuh korbannya tanpa harus disentuh. Pesulap Merah mengatakan, trik tersebut sudah awam dilakukan oknum dukun di Tanah Air. 

"Sebenarnya santet di Indonesia itu metodenya racun. Jadi pernah dengar nggak, metode membunuh tanpa menyentuh. Racun itu membunuhnya tanpa menyentuh," kata Pesulap Merah dikutip Matamata.com dari kanal YouTube Nikita Mirzani, Sabtu (6/8/2022).

Namun ujar Marcel, racun untuk menyantet orang bukanlah sianida, maupun racun lain yang dapat dikenali secara medis. Racun santet, kata Marcel, adalah buatan sendiri. 

"(Racun santet) bikin sendiri. Saya tidak bisa mendetailkan bagaimana cara buatnya, karena bahaya banget, takut dipraktekin sama viewers," ujarnya.

Marcel menjelaskan, racun santet berbentuk bubuk dan biasanya dimasukkan ke minuman sebagai perantara masuk ke dalam tubuh korban.

"Jadi ada yang terbuat dari hewan, saya juga nggak bisa jelaskan hewan apa. Bahaya banget soalnya. Terus ada lagi yang terbuat dari benda yang diparut jadi serbuk," jelas Pesulap Merah.

"Nah, ini nggak ketahuan medis. Biasanya ditaruh di kopi, minuman. Kalau masuk ke-minum, nyangkutnya di tenggorokan," sambung pria yang tengah berseteru dengan Gus Samsudin itu.

Seseorang yang meminum racun santet, akan merasakan gejala seperti kencing atau muntah darah sebelum akhirnya meninggal.

"Nah, ini gejalanya biasanya adalah kencing darah, muntah darah. Tapi (secara) medis nggak sakit. Dia nggak sakit apa-apa tapi tiap hari muntah darah. Biasanya dalam waktu tiga sampai tujuh hari meninggal," ungkap Pesulap Merah.

Pengetahuan tentang racun santet ini tidak akan pernah dibagikan ke orang awam oleh Pesulap Merah, karena sangat berbahaya dan bisa disalahgunakan.

Seperti diketahui, istilah santet sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Banyak sekali film horor tentang santet, membuat orang berpikir bahwa metode tersebut bisa membuat nyawa melayang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gus Samsudin Gunakan Bor Obati Pasiennya: Mau Bikin Lemari Bang?

Gus Samsudin Gunakan Bor Obati Pasiennya: Mau Bikin Lemari Bang?

| Jum'at, 05 Agustus 2022 | 15:25 WIB

Pesulap Merah Diancam Santet Paku: Tuhan Saya Allah Azza Wa Jalla

Pesulap Merah Diancam Santet Paku: Tuhan Saya Allah Azza Wa Jalla

| Kamis, 04 Agustus 2022 | 15:54 WIB

Dipolisikan Gus Samsudin, Alasan Pesulap Merah Bongkar Trik Perdukunan

Dipolisikan Gus Samsudin, Alasan Pesulap Merah Bongkar Trik Perdukunan

| Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:22 WIB

Disebut Tantang Ahli Debus Sukabumi, Pesulap Merah Buka Suara

Disebut Tantang Ahli Debus Sukabumi, Pesulap Merah Buka Suara

| Selasa, 02 Agustus 2022 | 22:27 WIB

Lama Sembunyi di Balik Wig, Pesulap Merah Bongkar Identitas Aslinya

Lama Sembunyi di Balik Wig, Pesulap Merah Bongkar Identitas Aslinya

| Selasa, 02 Agustus 2022 | 19:37 WIB

Terkini

Telan Satu Korban Jiwa, BPBD Imbau Warga Waspada Potensi Longsor Susulan di Sungai Landia Agam

Telan Satu Korban Jiwa, BPBD Imbau Warga Waspada Potensi Longsor Susulan di Sungai Landia Agam

Sumbar | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:50 WIB

7 HP Samsung Harga Rp3 Jutaan, Spek Nggak Kaleng-Kaleng!

7 HP Samsung Harga Rp3 Jutaan, Spek Nggak Kaleng-Kaleng!

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air

Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air

Jogja | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:49 WIB

Detik-detik Mengerikan Bang Tigor Siram Istri Dengan Air Keras

Detik-detik Mengerikan Bang Tigor Siram Istri Dengan Air Keras

Sulsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:46 WIB

Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji

Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:42 WIB

Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966

Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:41 WIB

Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United

Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB