Selain KM dan PC, di mobil tersebut juga ada tersangka RR, dan seorang pembantu rumah tangga (ART) perempuan menemani di kursi bagian tengah mobil.
Sesi kedua rekonstruksi yang terjadi di rumah tinggal Irjen Sambo, Saguling III. Terdapat 35 adegan dalam rekonstruksi tersebut, Sambo mulai ditampilkan dengan keadaan mengenakan baju tahanan bernomor 052.
Dalam rekonstruksi di rumah tersebut, tidak nampak reka adegan semacam persekongkolan antara kelima tersangka untuk melakukan sesuai terhadap Brigadir J.
Hal tersebut, terlihat dari adegan yang memperlihatkan adanya komunikasi antara Ferdy Sambo, Putri. Juga dengan RE, serta RR secara bergantian.
Bahkan, dalam rekonstruksi juga ada tergambar situasi yang memperlihatkan adegan PC, bersama-sama RE, dan KM, mengambil senjata di ruangan seperti kamar.
Direkonstruksi sesi kedua itu pula, ada terekam adegan Eliezer, yang mengambil senjata pistol dari dalam tas ransel, dan membawanya ke dalam mobil sebelum pergi ke TKP Duren Tiga 46.
Rekonstruksi sesi ketiga, dilakukan di rumah dinas Irjen Sambo, di Kompleks Polri di Jalan Duren Tiga nomor 46. Lokasi tersebut, adalah TKP eksekusi pembunuhan Brigadir J.
Berjarak tak lebih 700 meter dari lokasi Saguling III. Rekonstruksi yang dilakukan di rumah dinas tersebut, memeragakan sebanyak 26 adegan.
Dalam rekonstruksi proses pembunuhan Brigadir J itu, dimulai pada adegan ke-70-an, sampai ke-76. Pada saat itu memperlihatkan, perbincangan antara tersangka RR, dengan Brigadir J di pekarangan depan rumah.
Baca Juga: Membaca Ekspresi Pede Ferdy Sambo saat Rekonstruksi: Punya Kesaktian Apa?
Tampak tersangka KM melakukan adegan melakukan pemantauan terhadap Bripka RR yang berbincang dengan Brigadir J.
Sementara Sambo, berada di dalam rumah di bagian ruangan tengah bersama Bharada RE. Adegan ngobrol di pekarangan, berlanjut dengan Brigadir J, yang dibawa Bripka RR, bersama KM, masuk ke dalam ruang tengah.
Dalam rekonstruksi tersebut, ada dua versi reka adegan yang diperagakan. Pertama Versi pengakuan Irjen Sambo, setelah RR, dan KM membawa masuk Brigadir J ke ruang tengah, ada Bharada RE yang sudah menunggu. Di situ, dengan reka adegan singkat, Bharada RE, tampak menodongkan senjata api ke arah Brigadir J.
Brigadir J, yang diperankan karakter pengganti, terlihat memohon kepada Bharada RE. Kedua telapak tangannya mengatup terangkat ke atas, di bawah dagu.
Di hadapannya, ada RE, sambil memegang pistol. Bharada RE, mengarahkan laras senjata api ke arah Brigadir J yang dalam posisi setengah berjongkok. Setelah itu, Brigadir J, tumbang. Kejadian tersebut, adalah rekonstruksi akhir-akhir dari eksekusi Brigadir J.
Kemudian jika versi Bharada RE, memperlihatkan pemeran Brigadir J, tampak memohon. Kedua telapak tangannya mengatup terangkat ke atas di bawah dagu.