Fresh.suara.com - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebut tidak ada CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah.
Pasalnya, Putri Candrawathi mengaku mendapat pelecehan seksual dari Brigadir J saat berada di Magelang.
"Tidak ada CCTV di rumah Magelang," kata Andi kepada wartawan pada Sabtu (3/9/22).
Dugaan pelecehan ini yang menjadi penyebab Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta, 8 Juli 2022.
Diketahui jika Komnas HAM dan Komnas Perempuan juga merekomendasikan Polri kembali mengusut kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri.
Dihubungi secara terpisah, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan rekomendasi Komnas HAM akan ditindaklanjuti.
"Akan ditindaklanjuti sebagaimana arahan Pak Irwasum selaku Ketua Timsus dan apapun hasil pendalaman akan didasari fakta dan alat bukti yang ada," kata Agus saat dikonfirmasi wartawan, 1 Agustus 2022.
Komnas Perempuan menyatakan ada dugaan pelecehan itu berdasarkan pengakuan Putri. Hasil pendalaman Komnas Perempuan mengungkapkan bahwa keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi berencana tinggal di Magelang sejak 2-11 Juli 2022.
Sambo pulang ke Jakarta pada 7 Juli pagi, kemudian Putri mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di kamar karena alasan kurang sehat.
Baca Juga: Heboh! 5 Foto Mesra Terbaru Ahok dan Puput Nastiti
“Nah kekerasan seksualnya berbentuk pemerkosaan atau persetubuhan itu terjadi di sore hari,” kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi dalam program acara News Update Live Kompas.com, Jumat (2/9/2022).
Pasca kejadian pelecehan tersebut, Putri ditemukan di depan pintu kamar mandi oleh asisten rumah tangga bernama Susi dan kemudian Kuat Ma’ruf membantunya kembali ke kamar.
Saat itulah di rumah tersebut hanya ada Putri, Brigadir J, serta dua asisten rumah tangga bernama Kuat Ma'ruf dan Susi.
Putri juga kemudian menelepon Brigadir E dan Bripka RR untuk segera pulang.
“Setelah itu barulah di malam hari setelah ada 2 ajudannya yang lain, ia menyampaikan informasi ini ke Sambo. Tapi tidak detail, hanya menyampaikan bahwa ada perilaku tanda kutip ya kurang ajar dari J tapi detailnya nanti diceritakan di Jakarta,” tutur Siti.