Putri Ariani tengah menjadi sorotan di seluruh dunia setelah berhasil merebut Golden Buzzer di ajang America's Got Talent dari Simon Cowell.
Keberhasilan Putri Ariani di kancah internasional tersebut menarik perhatian masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.
Masyarakat Indonesia maupun para pejabat teras pemerintahan merasa bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh Putri Ariani.
Namun, tidak banyak orang mengetahui kalau pada awal kariernya di Indonesia, Putri Ariani pernah diremehkan. Saat masih kecil, ia beberapa kali mengalami kekalahan dalam perlombaan menyanyi.
Bukan hanya kekalahan, kondisi Putri yang tidak dapat melihat alias tunanetra juga sering kali mendapat cemoohan orang-orang. Namun demikian, Putri tidak pernah menyerah dan terus berjuang.
Dia melawan segala rasa sakit dan menjadi bukti kesuksesannya saat ini.
Selain aral di dunia akrirnya sebagai penyanyi, siapa yang menyangka bahwa Putri Ariani juga memiliki masa lalu yang cukup pahit.
Ketika masih kecil, dia pernah mengalami kejadian di mana dia lupa bernapas dan harus dilarikan ke rumah sakit. Hal ini juga menjadi awal mula kehilangan penglihatannya.
Putri Ariani juga menyebutkan bahwa ada kesalahan yang dilakukan oleh dokter saat dia dirawat pada saat itu.
Kisah ini diceritakan Putri Ariani kepada Deddy Corbuzier dalam podcast-nya.
Putri mengaku bahwa dia lahir prematur sehingga organ tubuhnya belum sepenuhnya berkembang. Meskipun begitu, dia masih dapat melihat sampai usia 3 bulan.
Hal ini terungkap karena sang ibu menyebut bahwa Putri kecil dapat merespon cahaya saat itu.
"Sebenarnya saat lahir saya prematur 6 bulan, seharusnya masih bisa melihat, tapi saya tidak ingat karena masih bayi," kata Putri dari YouTube Deddy Corbuzier pada Rabu (14/6/2023).
Ia kemudian menceritakan kejadian tragis yang menimpanya.
"Seharusnya saya masih bisa melihat karena matanya normal. Tetapi saya mengalami retinopathy of prematurity karena saya lahir prematur dan organ tubuh belum terbentuk dengan sempurna," ungkapnya.
Putri Ariani yang berasal dari Riau juga mengaku bahwa dia pernah lupa bernapas saat masih kecil.
"Sebenarnya saat lahir saya prematur 6 bulan, seharusnya masih bisa melihat, tapi saya tidak ingat karena masih bayi," lanjut Putri.
Putri kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit di Singapura untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intesif. Sayangnya, upaya mereka sia-sia karena sudah terlambat.
"Setelah itu saya dibawa ke Singapura dan dokter di sana mengatakan bahwa sudah terlambat," tutup Putri.