SuaraGarut.id - Seorang pemuda bernama Faris (19) menjadi korban keganasan Pantai Manalusu.
Warga Kampung Pasuketan, Kecamatan Banjarwangi, Garut, berdasar laporan di kepolsian terseret ombak ganas di sana.
Pemuda tersebut ditelan gulungan ombak saat berenang bersama teman-temannya di Pantai Manalusu, Desa Cigodong, Kecamatan Cikelet, Garut, Minggu (5/3/2023) pagi.
Orang pintar di sana mengatakan jika Pantai Manalusu adalah wilayah terlarang untuk dijadikan tempat berenang.
Ombak besar dan tinggi kerap terjadi dan dinilai akan sangat membayakan siapa saja yang nekad berenang di sana.
Sementara pihak Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Garut, AKP Anang Sonjaya membenarkan akan kabar ada korban diseret ombak ganas Pantai Manalusu.
Dia menyatakan seorang wisatawan hilang terseret ombak di Pantai Manalusu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Pemuda tersebut disebutnya berenang di zona berbahaya yang kondisi ombaknya besar dan membahayakan mereka yang berenang di sana.
"Betul itu kawasan berbahaya, di tempat tersebut tidak boleh berenang," kata Anang saat dihubungi wartawan di Garut, Senin seperti dikutip garut.suara.com pada Selasa (7/3/2023).
Baca Juga: 367 Tilang Manual Polda Bali, Ratusan WNA Juga Ikut Terjaring Razia
Korban bernama Faris (19) warga Kampung Pasuketan, Kecamatan Banjarwangi, Garut.
Pantai tempat korban berenang, kata dia, merupakan daerah terlarang untuk berenang.
Bahkan di kawasan tersebut selalu dipasang rambu-rambu sebagai zona bahaya yang artinya bukan area untuk berenang.
"Pokoknya tidak boleh berenang sepanjang pantai tersebut," katanya.
Belum lagi saat itu kondisi cuaca di kawasan pantai itu, sedang normal.
Sehingga memungkinkan untuk melakukan proses pencarian korban dengan menyusuri pantai maupun ke tengah lautan menggunakan perahu.
Saat ini kata Anang, korban bernama Faris masih dalam pencarian petugas gabungan.
Mereka yang ikut dalam pencarian di antaranya dari unsur masyarakat setempat, keluarga korban, dan juga tim SAR gabungan dari Basarnas, kepolisian, TNI, dan lainnya.
Kepala Kantor SAR Bandung Jumaril menyampaikan pihaknya sudah memberangkatkan satu tim dari Pos SAR Tasikmalaya untuk melaksanakan operasi pencarian korban yang hilang di Pantai Manalusu sejak Minggu (5/3).
Ia menyampaikan upaya pencarian dilakukan dengan membentuk tiga tim yakni tim pertama menyisir pantai dari lokasi korban hilang ke arah barat, kemudian tim 2 menyisir ke arah timur, dan tim 3 melakukan pencarian ke tengah perairan Pantai Manalusu.
Sebelumnya korban berwisata bersama teman-temannya ke Pantai Manalusu, salah satu objek wisata pantai di wilayah selatan Garut.
Namun saat berenang tiba-tiba ada ombak besar yang menyeretnya ke tengah lautan.
Teman-teman korban sempat berupaya menolongnya saat diketahui ombak menyeret ke tengah lautan, namun upaya itu tidak berhasil, hingga mereka meminta bantuan kepada nelayan setempat.
Selanjutnya nelayan maupun masyarakat dan petugas gabungan lainnya melakukan pencarian korban di sekitar lokasi tempat mereka berenang di pantai. (*)
Sumber: Antara