SuaraGarut.id - Garut adalah salah satu daerah di Jawa Barat yang bisa ditempuh sekitar 2 jam dari Bandung dan 2 jam pula dari Tasikmalaya.
Garut memiliki pesona alam yang sangat indah seperti Pantai Santolo, Gunung Papandayan, Gunung Guntur dan lain-lain.
Hawanya yang sejuk dan kontur tanahnya yang berbukit-bukit sehingga dijuluki Swiss Van Java.
Dodol adalah salah satu oleh-oleh khasnya, namun sekarang Garut juga sangat dikenal dengan bakso acinya.
Ciri khas dari bakso Garut adalah sambalnya yang menggunakan Chili oil sehingga warnanya merah.
Dan inilah Dia 3 bakso paling viral di Garut yang sudah SuaraGarut.id rangkum:
1. Bakso Gotan
Bakso Gotan alias godaan mantan yang sudah buka dari tahun 2017, alamatnya ada di Jalan Cimanuk Gang Masjid Al-Falah Bunderan Leuwidaun Garut.
Walaupun tempatnya di dalam gang namun sekarang pengunjungnya selalu penuh.
Konsepnya prasmanan dan ada pilihan bakso telur, bakso selimut, bakso cincang, bakso bawang, bakso pedas, bakso urat, bakso jamur dan bakso ayam.
Yang bikin beda adalah sambal kacangnya dan sambal cabe yang fresh bukan Chili oil seperti kebanyakan bakso di Garut.
2. Bakso Ciwang Mang Ono
Bakso Ciwang Mang Ono yang sudah berjualan sejak tahun 2010, alamatnya dekat kantor desa Ngamplangsari Garut.
Kalau bawa mobil harus disimpan di pinggir jalan, dan dilanjutkan jalan kaki sekitar 200 meter ke dalam gang.
Yang paling unik di bakso Mang Ono adalah ngasih saus dan sambelnya yang super banyak.
Khasnya memang Miss dasem alias lada dan hasem.
3. Bakso Cipak Koceak
Bakso Cipak Koceak alamatnya di Jalan Raya Semarang Cikamiri Garut.
Tempatnya kecil sehingga antriannya selalu terlihat super penuh.
Selain ada mie bakso, yang bikin fenomenal adalah cipak koceaknya.
Cipak singkatan aci dempak dan koceak itu bahasa Sunda yang artinya menjerit.
Bentuknya seperti cireng namun ukurannya kecil dan ada daging ayam di dalamnya.
Karena keunikannya, cipak koceak kini banyak sekali ditiru oleh pedagang lain di berbagai kota.
Nah itulah 3 bakso paling viral di Garut yang unik sekali, karena berjualan di dalam gang. Ini mematahkan teori bahwa untuk berjualan harus di tempat yang strategis.(*)