SUARA GARUT - Melalui Program Juru Malaria Desa, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus berperang melawan penyebaran malaria.
Program Juru Malaria Desa ini dinilai efektif untuk mencegah terjadinya penyebaran malaria di Kabupaten Garut.
Sejak program itu digulirkan, pada tahun 2019 sudah tidak ada lagi kasus malaria di Kabupaten Garut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Garut, Asep Surachman, mengungkapkan, sejak tahun 2019, Kabupaten Garut sudah dinyatakan bebas malaria, bahkan sampai saat ini pihaknya tidak menemukan kasus lokal.
Adapun 9 kasus yang ditemukan 9 di Kabupaten Garut tahun lalu, imbuh Asep, adalah kasus yang sifatnya dari luar atau impor.
"Kasus kemarin tahun 2022 itu ada 9 ya dan itu semua berasal dari luar pulau bukan dari Garut, jadi untuk Garut sendiri walaupun di daerah selatan ada 7 kecamatan yang risiko malaria, tetapi kita aman karena kita secara periodik secara rutin dicek apakah nyamuknya masih ada atau tidak," katanya, Selasa (11/4/2023).
Asep menuturkan, pihaknya memiliki program Juru Malaria Desa (JMD) sehingga merasa cukup untuk menjangkau lapangan.
Melalui JMD pihaknya harus mengajak masyarakat lokal seperti karang taruna ataupun masyarakat lainnya untuk melakukan pencegahan penyakit malaria.
"Kalau ada upaya pencegahannya apa ya kalau tidak ada kita kejar di rumah-rumah yang berdekatan dengan lagoon ya (atau) tempat-tempat perindukan nyamuk Malaria tersebut," tutupnya.(*)
Baca Juga: Diketawain Gegara Lupa Edit Caption Postingan Endorse, Nikita Willy: Anak Gue Nangis