SUARA GARUT - Nama Mitsubishi Delica mungkin terdengar sedikit asing di telinga sebagian orang.
Rupanya, keberadaan MPV besutan pabrikan Jepang Mitsubishi ini terbilang singkat, yakni hanya sekitar 4 tahun setelah diluncurkan pada 2014 lalu.
Mempunyai mesin setangguh SUV dengan kenyamanan berkendara layaknya MPV.
Sayangnya, dari tahun ke tahun tren penjualan unitnya kian menurun.
Pada awal peluncurannya MPV ini sempat laku sebanyak 44 unit di tahun 2015.
Namun kemudian turun menjadi 171 unit di tahun 2017 dan terparah di tahun 2018 saat Delica hanya terjual 28 unit.
Menghadapi penurunan tajam tersebut, Mitsubishi Indonesia memutuskan untuk resmi menghentikan penjualan mobil ini pada Juli 2018.
Delica bisa dibilang cikal bakal MPV bercita rasa SUV sebelum kedatangan Mitsubishi Xpander.
Delica sendiri hadir mengisi segmen High mvc yang sejajar dengan Toyota voxy, Nissan Serena atau Mazda biante.
Baca Juga: Adinda Thomas Pamer Momen Tunangan dengan Raka Akmal, Netizen Patah Hati
Namun Mitsubishi memakai cara yang tidak biasa. Konsep awal dari Delica adalah MPV tangguh yang serba bisa di segala medan.
Dengan kelebihannya tersebut harusnya Delica cocok buat konsumen di Indonesia, tapi kenapa malah kurang laku?
Faktornya ternyata cukup berbeda, mungkin harganya dianggap terlalu mahal, sekitar 430-450 juta saat peluncuran. Alasan lainnya, pasar Indonesia tidak bisa menangani MPV yang terlalu bersudut, kecuali Toyota Alphard.
Ditambah lagi Delica adalah model baru yang belum teruji.
Dengan anjloknya angka penjualan, membuat harga bekas mobil ini juga turun drastis.
Di kisaran 150-200 juta saja kalian sudah bisa bawa pulang MPV yang satu ini.