Anies Nyinyirin Kebijakan Presiden Jokowi Terkait Subsidi Kendaraan Listrik : Bukan Solusi Masalah Lingkungan Hidup!

Suara Garut | Suara.com

Kamis, 11 Mei 2023 | 12:30 WIB
Anies Nyinyirin Kebijakan Presiden Jokowi Terkait Subsidi Kendaraan Listrik : Bukan Solusi Masalah Lingkungan Hidup!
Anies Baswedan berikan kritik pedas soal kebijakan Jokowi terkait subsidi kendaraan listrik.

SUARA GARUT - Calon presiden dari koalisi perubahan Anies Baswedan mengkritik keras kebijakan Presiden Jokowi.

Kali ini sasaran kritik Anies adalah subsidi kendaraan listrik. Menurut Anies subsidi kendaraan listrik bukanlah solusi masalah lingkungan hidup.

Sebagai informasi Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan subsidi untuk kendaraan listrik.

Untuk pembelian sepeda motor listrik pemerintah memberikan subsidi sebesar 7 juta rupiah. Tahun ini kuota subsidi sebesar 200.000 unit.

Sementara untuk konversi ke motor listrik pemerintah juga memberikan subsidi sebesar 7 juta rupiah dengan kuota sebesar 50.000 unit.

Sedangkan untuk mobil listrik pemerintah memberikan insentif berupa pengurangan pajak pertambahan nilai sebesar 10 persen dan potongan PPn untuk bus listrik adalah 5 persen.

Anies mengatakan pemilik kendaraan listrik bukan dari kalangan yang perlu di subsidi.

Pemberian subsidi yang tidak tepat justru akan menambah kemacetan.

Karena pemilik kendaraan listrik tidak menggantikan kendaraan yang ada di garasinya.

Anies mengungkapkan emisi karbon mobil listrik per kapita per Km lebih tinggi dari emisi karbon bus berbahan bakar minyak.

Menurut Anies seharusnya kendaraan umum lah yang harus diperbanyak, bukan kendaraan pribadi.

"Masalah lingkungan hidup, apalagi soal polusi udara bukanlah terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik yang pemilik pemilik mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi" kata Anies.

"Kalau kita hitung, emisi karbon mobil listrik per kapita per km sesungguhnya lebih tinggi daripada emisi karbon bis berbahan bakar minyak" lanjut Anies.

Anies pun menjelaskan alasan kenapa emisi karbon mobil listrik lebih tinggi dari pada bus BBM.

"Kenapa itu bisa terjadi, karena habis memuat orang banyak sementara mobil memuat orang ditambah lagi kendaraan pribadi berbasis listrik dia tidak akan menggantikan mobil yang ada di garasinya, dia akan menambah mobil di jalanan, menambah kemacetan" pungkas Anies. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tekan Emisi Angka Kemacetan dengan Subsidi Mobil Listrik, Anies Baswedan: Kurang Tepat

Tekan Emisi Angka Kemacetan dengan Subsidi Mobil Listrik, Anies Baswedan: Kurang Tepat

Video | Kamis, 11 Mei 2023 | 06:00 WIB

Membaca Siasat Sandiaga Usai 'Ditolak' Jadi Cawapres Ganjar: Kini Pepet PKS Demi Tiket Dampingi Anies?

Membaca Siasat Sandiaga Usai 'Ditolak' Jadi Cawapres Ganjar: Kini Pepet PKS Demi Tiket Dampingi Anies?

Kotak Suara | Rabu, 10 Mei 2023 | 17:51 WIB

Duo Menteri Jokowi 'Keroyok' Anies Baswedan Buntut Kritik Subsidi Mobil Listrik

Duo Menteri Jokowi 'Keroyok' Anies Baswedan Buntut Kritik Subsidi Mobil Listrik

News | Rabu, 10 Mei 2023 | 17:40 WIB

Terkini

Masyarakat ke Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah: Riyayan Dekatkan Warga pada Pemimpinnya

Masyarakat ke Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah: Riyayan Dekatkan Warga pada Pemimpinnya

Jatim | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:42 WIB

Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti

Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:21 WIB

CEK FAKTA: Viral Video Ratusan Jet Tempur Ukraina Menyerbu Iran, Benarkah?

CEK FAKTA: Viral Video Ratusan Jet Tempur Ukraina Menyerbu Iran, Benarkah?

Sumbar | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:15 WIB

Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?

Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:15 WIB

Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an

Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:15 WIB

Serapan Jagung Pipil Bulog Sumut Tembus 1.784 Ton, Harga Tinggi Jadi Tantangan

Serapan Jagung Pipil Bulog Sumut Tembus 1.784 Ton, Harga Tinggi Jadi Tantangan

Sumut | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:09 WIB

10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!

10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:05 WIB

6 Destinasi Wisata Lumajang untuk Libur Lebaran 2026, Surga Alam Eksotis di Kaki Semeru

6 Destinasi Wisata Lumajang untuk Libur Lebaran 2026, Surga Alam Eksotis di Kaki Semeru

Jatim | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:02 WIB

5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu

5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:00 WIB

1.611 Narapidana Lapas Malang Dapat Remisi Idul Fitri, 7 Orang Langsung Bebas

1.611 Narapidana Lapas Malang Dapat Remisi Idul Fitri, 7 Orang Langsung Bebas

Malang | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:51 WIB