garut

Ketum PBNU Dorong Peran Ulama Perempuan dalam Mencari Solusi dari Masalah-masalah Nyata

Suara Garut Suara.Com
Sabtu, 13 Mei 2023 | 18:00 WIB
Ketum PBNU Dorong Peran Ulama Perempuan dalam Mencari Solusi dari Masalah-masalah Nyata
Gus Yahya Dorong Peran Ulama Perempuan untuk Mencari Solusi dari masalah-Masalah Nyata.(NU Online)

SUARA GARUT - Pada umumnya, kita mengenal ulama hanya dari kalangan laki-laki. Namun apakah anda tahu, bahwa ulama banyak pula dari kalangan perempuan.

Seperti halnya Imam Syafi’i saat mukim di Mesir. Ia memiliki guru dari kalangan perempuan yang bernama Sayidah Nafisah.

Begitu juga di Indonesia, banyak ulama dari kalangan perempuan yang memiliki kapasitas keilmuan yang cukup tinggi, karena mereka dididik langsung oleh para orang tua dari kalangan pesantren serta mondok di pesantren selama bertahun-tahun, dan bahkan menjadi istri dari para kyai di pesantren.

Ketua umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya , ia menyampaikan apresiasi atas harapan kepada ahli ilmu dari kalangan perempuan, hal tsersebut ia sampaikan saat mengisi sambutan dalam acara acara Halaqah Fikih Peradaban dan Bahtsul Masail Kiai & Ibu Nyai se-Indonesia di Pesantren Al Muhajrin Purwakarta, Jawa Barat. 

“Saya pribadi sudah cukup lama menginginkan segera dilakukan yaitu suatu majelis ilmiah yang bisa menjadi Wahana untuk mengkonsolidasikan para ahli ilmu di kalangan perempuan-perempuan Nahdlatul Ulama.” Ujar Gus Yahya saat mengisi sambutan pada pembukaan halaqah fikih peradaban di Chanel Youtube TVNU yang di lihat garut.suara.com pada hari Jum’at 12 Mei 2023.
Iapun menyampaikan dua kepentingan dari kegiatan halaqah fikih peradaban tersebut.

Pertama ia berharap sebagaimana nama Nahdlatul Ulama karena memiliki label ulama, maka harus diisi oleh orang yang benar-benar ahli ilmu agama.

“Pertama bahwa ketika Nahdlatul Ulama ini menyebut label ulama. Sehingga diberi nama Nahdlatul Ulama yang dimaksud memang adalah sungguh-sungguh Ahli ilmu. Dan ahli ilmu dalam hal ini adalah ahli-ahli ulumiddin. (yakni) ulama yang dimaksud di dalam Nahdlatul Ulama itu adalah ulama-ulama yang memang ahli dalam ilmu-ilmu agama.” Tegas Gus Yahya

Iapun berharap, para ulama dari NU mampu melihat masalah peradaban dan kemudian memberi tanggapan terhadap masalah tersebut dari sudut pandang islam.

“Fikih peradaban ini yang kita inginkan adalah bagaimana Islam melihat masalah peradaban dan kemudian memberi tanggapan dari sudut pandang Islam.”

Baca Juga: Anak Terlanjur Hamil Jadi Penyebab Perkawinan Anak Meningkat, Orangtua Harus Bagaimana?

Kedua, harapan Gus Yahya yaitu para ulama mampu melakukan aktifitas ilmiah yang berangkat dari wawasan keislaman untuk menanggapi masalah-masalah nyata. Bukan hanya sebagai pengikut dari wacana- yang tumbuh dari luar lingkungan agama islam.

“kedua, Mari kita kembangkan satu aktivisme ilmiah, dengan satu nalar. Bahwa kita berangkat dari wawasan keislaman. kita menanggapi masalah-masalah nyata, bukan sekedar menjadi pengikut dari wacana-wacana yang tumbuh di luar lingkungan agama ini.” Tutupnya (*)

Editor: Farhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI