Percepat Penuntasan Guru P-1 Tanpa Formasi, FGHNLPSI Dorong Kemdikbudristek Lakukan Program Linieritas Mapel PKWU

Suara Garut

Minggu, 21 Mei 2023 | 18:15 WIB
Percepat Penuntasan Guru P-1 Tanpa Formasi, FGHNLPSI Dorong Kemdikbudristek Lakukan Program Linieritas Mapel PKWU
Percepat Penuntasan Guru P-1 Tanpa Formasi, FGHNLPSI Dorong Kemdikbudristek Lakukan Program Linieritas Mapel PKWU. Foto: Tangkapan layar/ jpnn)

SUARA GARUT - Permasalahan guru honorer di Indoensia memang tidak henti-hentinya, semakin hari bertubi-tubi datang silih berganti.

Salah satunya seperti yang dialami guru P-1 yang telah dinyatakan lulus passing grade pada seleksi ASN PPPK guru.

Ketum Forum Guru Honorer Lulus Passing grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI), Heti Kustrianingsih menyebutkan guru yang mengajar mapel Prakarya dan kewirausahaan (PKWU), terancam tidak terakomodir lagi.

Dikutip garut.suara.com, dari JPNN, pada Minggu, (21/05/2023), Heti Kustrianingsih mengatakan formasi PPPK guru 2023 pada mapel PKWU cukup terbatas.

"Kemdikbudristek bilang guru Bahasa Inggris dan PKWU berlebih, sehingga tidak ada kuota lagi di sekolah-sekolah," kata Heti dikutip dari JPNN, Minggu,(21/05/2023).

Menurut Heti, tidak ada kebijakan khusus untuk mapel PKWU, sehingga dimungkinkan akan merugikan guru honorer.

Persoalan dilapangan seperti itu, kata Heti menimbulkan keresahan guru PG, yang masuk prioritas satu pada mapel PKWU.

Dia menjelaskan P-1 PKU berlebih bukan menjadi kesalahan guru honorer semata.

Jika melihat rekrutmen tahun 2021, saat itu tidak melihat mapel apapun.

baca juga

Saat itu, semua guru honorer dipersilahkan mendaftar, sekalipun daerahnuya tidak terdapat formasi.

Namun faktanya, usai seleksi dilaksanakan 193, 954 guru lulus PG, tidak mendapatkan formasi PPPK 2021.

Selanjutnya mereka dijanjikan pada seleksi formasi 2022 menjadi prioritas.

Faktanya usai gelaran seleksi PPPK 2022, masih terdapat 62,645 guru lulus PG, kembali tidak mendapatkan formasi lagi.

Kali ini, 62,645 guru lulus PG tersebut dijanjikan menjadi prioritas PPPK guru 2023.

"Entah sampai kapan akan dituntaskan, terlebih ada kabar PKWU tidak terakomodir seluruhnya," kata Heti dikutip dari JPNN.

Ketum FGHNLPSI itu mendorong pemerintah melakukan program linieritas mapel PKWU.

Dia mencontohkan guru PKWU mengajar mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) di SMK. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Penyebab 68,709 Formasi ASN PPPK Guru 2022 Kemendikbudristek Tidak Terserap, Begini Strategi Prof. Nunuk Suryani

Tiga Penyebab 68,709 Formasi ASN PPPK Guru 2022 Kemendikbudristek Tidak Terserap, Begini Strategi Prof. Nunuk Suryani

Garut | Minggu, 21 Mei 2023 | 09:00 WIB

Duh! Dua Ribuan Guru P-1 Tersisa di Banten Siap-siap Gagal Jadi ASN PPPK 2023, Ternyata Sebabnya Ini

Duh! Dua Ribuan Guru P-1 Tersisa di Banten Siap-siap Gagal Jadi ASN PPPK 2023, Ternyata Sebabnya Ini

Garut | Kamis, 18 Mei 2023 | 17:10 WIB

Ternyata Ini Tiga Tuntutan Guru Tanpa Formasi PPPK 2021-2022, Poin Terakhir Tagih Janji Menteri Nadim

Ternyata Ini Tiga Tuntutan Guru Tanpa Formasi PPPK 2021-2022, Poin Terakhir Tagih Janji Menteri Nadim

Garut | Selasa, 16 Mei 2023 | 10:45 WIB

Terkini

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:57 WIB

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:56 WIB

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:43 WIB

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:41 WIB

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Banten | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:37 WIB

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:31 WIB

Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer

Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer

Jabar | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30 WIB

Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli

Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli

Bali | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30 WIB

Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari

Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari

Bogor | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:25 WIB

×