Selanjutnya ada jiwa atau nafsu yang menyesal (lawammah) yaitu sifat bagi jiwa yang baik dan buruk. Jiwa yang baik akan mencela perbuatan buruk.
Karena manusia berada dalam tiga kondisi jiwa tersebut, hendaklah manusia selalu menilai diri sendiri ada di posisi mana sekiranya jiwanya.
Ada dua bentuk cara intropeksi diri yaitu instropeksi sebelum beramal dan setelah beramal.
Imam Ibnul Qoyyim membagi cara instropeksi diri yaitu:
Instropeksi dalam perkara yang wajib menurut agama, instropeksi dalam perkara yang dilarang,instropeksi dalam perkara yang melalaikan dan instropeksi terhadap seluruh anggota badan.(*)
Editor: Firman