Bahaya! Bungkam Demokrasi, Indonesia Datangkan Alat Penyadap Bersifat 'Zero Click' dari Israel Bernama Pegasus

Suara Garut

Senin, 12 Juni 2023 | 13:53 WIB
Bahaya! Bungkam Demokrasi, Indonesia Datangkan Alat Penyadap Bersifat 'Zero Click' dari Israel Bernama Pegasus
Indonesia datangkan alat penyadap bersifat 'zero click' dari Israel bernama Pegasus bisa bungkam demokrasi.

SUARA GARUT - Indonesia memiliki alat bernama Pegasus yang sengaja didatangkan dari Israel yang harganya mencapai ratusan miliar rupiah.

Alat ini dikenal di dunia dengan sebutan Pegasus. Saat ini di Indonesia digunakan hampir di semua lembaga penegak hukum untuk melakukan penyadapan.

Alat ini juga digunakan pemerintah untuk membungkam demokrasi yang bisa digunakan kepada siapa saja tanpa disadari orangnya.

Korban dari kejahatan Pegasus ini menimpa Jurnalis Jamal Khashoggi. Kolumnis Washington Post News tewas mengenaskan dalam operasi yang dilancarkan pejabar Arab Saudi.

Saat itu, gerak-gerik Khashoggi terlacak karena pemerintah Arab Saudi menggunakan Pegasus untuk meretas teleponnya.

Penyadapan juga dilakukan kepada istrinya, Hanan Elatr. Istri Khasoggi itu menjadi target penyadapan sehingga ponselnya berubah menjadi alat pengawasan.

Selain itu, Pegasus juga pernah digunakan di Meksiko dan belakangan ini masuk juga ke  Thailand yang digunakan untuk membungkam aktivis, masyarakat sipil dan jurnalis pro demokratis.

Di Thailand, alat ini menjadi senjata mata-mata di dunia maya dalam kasus ini sebanyak 30 korban terditeksi dalam pantauan Pegasus.

"Kami menemukan serangan di telepon iPhone. Serangan terjadi balik layar. Tidak kasat mata jika seorang user tahu kena Pegasus," kata peneliti Citizen Lab, Irene Poetranto kepada IndonesiaLeaks, dilansir garut.suara.com, Senin (12/6/2023).

baca juga

Menurut Irene, mudahnya melacak seseorang yang terindikasi karena Pegasus teridentifikasi dari adanya notifikasi pada telepon seluler iPhone dan sistem IOS berisikan ada serangan mencurigakan. 

IPhone mampu memberitahu, lantaran belajar dari pengalaman serangan Pegasus yang kerap menembus celah keamanan IOS.

Dari pemberitahuan itu, Citizen Lab, yang mengkhususkan dalam pengawasan terkait Pegasus NSO Group, melakukan penyelidikan forensik. Hasil forensik menunjukkan adanya kode tertentu yang hanya dimiliki NSO.

"Ada kode tertentu yang menandakan itu serangan pegasus," kata Irene. 

Indikasi masuknya Pegasus di Indonesia ditandai dengan masuknya, dua perangkat alat milik Q Cyber Technologie Sarl melalui Bandara Soekarno Hatta pada 15 Desember 2020 lalu. Kedua alat itu dilabeli Cisco Reuters dan Dell Server dengan kode HS 8471.50.

Q Cyber Technologie merupakan induk usaha dari NSO Group sebuah perusahaan asal Israel yang memproduksi Pegasus. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panitia: Indonesia Open 2023 Jadi yang Terakhir di Istora Senayan, Pindah ke Mana?

Panitia: Indonesia Open 2023 Jadi yang Terakhir di Istora Senayan, Pindah ke Mana?

Sport | Senin, 12 Juni 2023 | 13:46 WIB

Messi Tak Jadi Datang, Argentina Cuma Turunkan Tim Pelapis saat Kontra Indonesia?

Messi Tak Jadi Datang, Argentina Cuma Turunkan Tim Pelapis saat Kontra Indonesia?

Garut | Senin, 12 Juni 2023 | 13:34 WIB

5 Pemain Pelapis Timnas Argentina Bisa Diturunkan Hadapi Timnas Indonesia

5 Pemain Pelapis Timnas Argentina Bisa Diturunkan Hadapi Timnas Indonesia

Bola | Senin, 12 Juni 2023 | 13:33 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×