Perkawinan Anak di Garut Masih Tinggi, Semak dan Rutgers: Tantangan Serius bagi Masyarakat dan Pemerintah

Suara Garut

Kamis, 15 Juni 2023 | 16:38 WIB
Perkawinan Anak di Garut Masih Tinggi, Semak dan Rutgers: Tantangan Serius bagi Masyarakat dan Pemerintah
Yayasan Semak dan Rutgers Indonesia bekerjasama melakukan upaya mengurangi angka pernikahan anak.

SUARA GARUT - Perkawinan anak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat dan pemerintah setempat. 

Data terbaru menunjukkan bahwa angka perkawinan anak di wilayah ini masih cukup tinggi, memicu keprihatinan dan penekanan untuk menghentikan praktik ini.

Salah satu usaha untuk menguranginya, Yayasan Semak dan Rutgers bekerjasama membuat workshop mengenai norma-norma sosial untuk para aktor-aktor di masyarakat.

"Kami Yayasan Semak saat ini mengundang untuk pertemuan hari ini,  aktor-aktor sosial yang berasal dari 4 desa dampingan program Power to Youth dengan Rutgers Indonesia," kata Rina Nurhayati, di ruang pertemuan Hotel Sabda Alam Garut, Kamis (15//6/2023).

Menurut Rina, para peserta ada dari perwakilan Desa Rancabango, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kemudian, lanjutnya ada Desa Sukamukti dan desa Kadasari di kecamatan Banyuresmi.

"Kenapa kami mengundang mereka? Kemudian yang lainnya lagi ada itu dari BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama juga kami undang. Karena terkait dengan identifikasi norma-norma sosial yang memang selama ini ditemukan di Kabupaten Garut," kata Rina.

Tujuannya, mengidentifikasi norma-norma sosial dan melihat dampak dan tindak lanjut yang akan dilakukan ke depan terkait dengan norma sosial.

"Karena ini juga dikaitkan dengan program yang kita laksanakan di Kabupaten Garut untuk program Power to Youth dan juga program PKRS, pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual yang ada di 4 sekolah juga di desa dampingan kita," ujarnya.

baca juga

Sesi pertemuan hari ini, kata dia, lebih ke norma sosial, artinya lebih banyak mengidentifikasi lebih ke kebiasaan atau budaya yang sering terjadi di Kabupaten Garut.

"Seperti contoh misalnya tentang isu perkawinan anak. Isu perkawinan anak ini teridentifikasi oleh para peserta bahwa kenapa terjadi perkawinan anak karena memang masih ada norma-norma di masyarakat yang memang masih kuat dan kental merugikan anak," ungkapnya.

Dan hal ini berdasarkan identifikasinya, lanjutnya, kenapa terjadi perkawinan anak, karena menurut orang tua mengawinkan anak itu untuk mengurangi beban keluarga.

"Namun tentunya bukan menjadi solusi. Walaupun pada akhirnya hanya 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan anak menikah, akhirnya kembali ke orang tua. Karena memang tidak bisa, belum siap untuk mengurungi baktera rumah tangga karena memang usianya masih sangat muda pada kali seperti itu," imbuhnya.

Menurutnya, angka perkawinan anak di Garut masih tinggi untuk Jawa Barat. Tadi kami membuka data itu ada sekitar 5.700 untuk level di Jawa Barat. Nah yang cukup tinggi itu salah satunya adalah kebuatan Garut, diurutan yang cukup tinggi untuk perkawinan anak.

"Kayaknya yang tertinggi deh. Tapi nanti kita bisa kaji bersama mungkin itu seperti apa sih. Atau mungkin justru kenapa Garut menjadi cukup tinggi kasusnya, karena mungkin banyak sekali orang-orang yang mengawasi, mengontrol dan yang lainnya," akunya.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyerahan SK ASN PPPK Guru di Kabupaten Garut Masih Abu-Abu

Penyerahan SK ASN PPPK Guru di Kabupaten Garut Masih Abu-Abu

Garut | Kamis, 15 Juni 2023 | 12:45 WIB

Gaji Ke-13 ASN Kabupaten Garut Mulai Dicairkan 15 Juni 2023, Nominalnya Segini

Gaji Ke-13 ASN Kabupaten Garut Mulai Dicairkan 15 Juni 2023, Nominalnya Segini

Garut | Kamis, 15 Juni 2023 | 10:17 WIB

Kabupaten Garut Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2023 dari Kemen PPN RI

Kabupaten Garut Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2023 dari Kemen PPN RI

Garut | Kamis, 15 Juni 2023 | 07:14 WIB

Terkini

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

×