SUARA GARUT - Berhubungan intim secara teratur memiliki manfaat penting bagi kesehatan pasangan suami istri (pasutri).
Namun, terkadang ada pasangan yang harus berhenti berhubungan intim untuk sementara waktu karena alasan tertentu.
Dikutip garut.suara.com dari laman hello sehat-kemenkes RI, ternyata ada dampak negatif jika pasutri jarang berhubungan intim.
Berikut penjelasan mengenai 9 efek samping yang mungkin terjadi jika pasutri jarang berhubungan intim:
1. Lebih Rentan Mengalami Stres
Berhubungan intim secara rutin dapat meredakan stres dan meningkatkan rasa relaksasi. Sebaliknya, ketidakaktifan seksual dalam hubungan dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap stres.
2. Sistem Kekebalan Tubuh Lebih Lemah
Berhubungan intim secara teratur dapat meningkatkan produksi immunoglobulin A (IgA) yang membantu mencegah penyakit. Oleh karena itu, pasangan yang jarang atau tidak berhubungan intim mungkin memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dan lebih rentan terkena penyakit.
3. Ketidaknyamanan saat Berhubungan Intim
Jika pasangan jarang berhubungan intim, terutama pada wanita, vagina mungkin akan terasa sakit saat kembali berhubungan setelah jangka waktu yang lama. Rutin melakukan hubungan intim dapat membantu membangun otot dasar panggul dan menjaga kelembapan vagina.
4. Risiko Kanker Prostat
Pria yang berhubungan intim secara rutin dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat. Sebaliknya, pria yang jarang atau tidak berhubungan intim memiliki risiko lebih tinggi terkena jenis kanker ini.
5. Risiko Masalah Jantung
Berhubungan intim secara teratur dianggap dapat memperkuat jantung, menurunkan tekanan darah, dan meredakan stres. Oleh karena itu, pasangan yang jarang berhubungan intim mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena masalah jantung.
6. Kehilangan Gairah Seksual
Ketidakaktifan seksual dalam hubungan dapat menyebabkan penurunan gairah seksual. Faktor seperti stres dan masalah hubungan dapat memengaruhi hasrat seksual seseorang. Gairah seksual yang hilang dapat dikembalikan dengan komunikasi yang baik, waktu berkualitas bersama pasangan, dan gaya hidup sehat.
7. Pengaruh terhadap Hubungan dan Keintiman
Berhubungan intim merupakan salah satu cara untuk menjaga keintiman dan membangun kepercayaan dalam hubungan. Pasangan yang jarang berhubungan intim mungkin mengalami kesulitan dalam menjaga keromantisan dan kepercayaan satu sama lain.
8. Atrofi Vagina
Ketidakaktifan seksual dapat menyebabkan vagina menipis, mengering, dan membengkak. Hal ini bisa terjadi pada wanita yang sudah menopause akibat kurangnya kadar hormon estrogen. Kekeringan vagina dapat diatasi dengan penggunaan pelumas atau pengobatan yang tepat.
9. Risiko Disfungsi Ereksi
Pria yang jarang atau tidak berhubungan intim memiliki risiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi. Berhubungan intim secara teratur dapat membantu mencegah perkembangan masalah ini.
Dalam menjaga kesehatan hubungan intim, penting untuk terbuka dalam berkomunikasi dengan pasangan. Jika ada masalah atau ketidakpuasan, konsultasikan dengan ahli kesehatan atau spesialis seksual untuk mendapatkan saran dan solusi yang tepat.(*)
Editor: Firman