Dampak Kekeringan Masih Terjadi, Pemkab Garut Perpanjang Status Tanggap Darurat Hingga 2 Pekan

Suara Garut | Suara.com

Rabu, 13 September 2023 | 22:45 WIB
Dampak Kekeringan Masih Terjadi, Pemkab Garut Perpanjang Status Tanggap Darurat Hingga 2 Pekan
Ilustrasi dampak bencana kekeringan. ((Istockphoto.com))

SUARA GARUT Musim kemarau masih berlangsung di Indonesia khususnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Atas dasar kondisi tersebut Pemkab Garut memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat.

Dilansir dari Antara, Pemkab Garut menetapkan masa atau status tanggap darurat kekeringan diperpanjang hingga 2 pekan ke depan, yaitu sampai Minggu (24/9/2023).

"Memperpanjang sampai 14 hari ke depan dalam rangka menanggulangi persoalan-persoalan yang kekinian, ditambah kita itu satu penambahan terkait dengan kebakaran hutan," kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut, Nurdin Yana, Selasa (12/9/2023).

Sebelumnya, status tanggap darurat kekeringan ini sudah dilakukan selama sepekan hingga Minggu (10/9/2023) dan diperpanjang sejak Senin (11/9/2023).

Adapun status tanggap darurat tersebut termaktub dalam Keputusan Bupati Garut Nomor: 100.3.3.2/KEP.646-BPBD/2023, tanggal 11 September 2023 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di Wilayah Kabupaten Garut.

Sebanyak 19 kecamatan di Garut yang berstatus tanggap darurat kekeringan itu meliputi Kecamatan Cigedug, Kecamatan Pakenjeng, Kecamatan Peundeuy, Kecamatan Pameungpeuk, dan Kecamatan Cikelet.

Selanjutnya, ada Kecamatan Singajaya, Kecamatan Caringin, Kecamatan Cisompet, Kecamatan Malangbong, Kecamatan Balubur Limbangan, Kecamatan Kadungora, Kecamatan Sukawening serta Kecamatan Sucinaraja.

Sedangkan enam kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Kersanah, Kecamatan Selaawi, Kecamatan Cibiuk, Kecamatan Karangpawitan, Kecamatan Cilawi, dan Kecamatan Pasirwangi.

Nurdin juga menjelaskan, perpanjangan status tanggap darurat kekeringan itu harus dilakukan karena masih ada beberapa permasalahan yang belum tuntas. 

Apalagi seperti kebutuhan primer masyarakat yang sudah sangat mendesak, yaitu pasokan air bersih. Para petugas pun disiagakan di wilayah terdampak kemarau dan kekeringan. 

Penempatan para petugas di wilayah terdampak itu dilakukan untuk mempercepat distribusi atau mobilitas air bersih seandainya warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Ketika distribusi air sampai ke warga, air bersih tersebut dapat ditampung di dalam toren. Apabila toren air sudah terisi penuh, warga dapat mengambil air bersih dari toren tersebut.

Distribusi air bersih juga dilakukan sebagai upaya penanganan kebakaran hutan. Maka dari itu, Pemkab Garut juga berusaha menyodorkan permintaan pemulihan dampak bencana kekeringan kepada pemerintah pusat.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Intan Garut Siap Evaluasi Kinerja Manajemen

Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Intan Garut Siap Evaluasi Kinerja Manajemen

| Rabu, 13 September 2023 | 22:30 WIB

Dua dari Tiga Anggota Geng Motor Pemalak Pedagang di Garut Ambruk Dihajar Korban

Dua dari Tiga Anggota Geng Motor Pemalak Pedagang di Garut Ambruk Dihajar Korban

| Rabu, 13 September 2023 | 17:00 WIB

Pemkab Garut Dorong Produk IKM Bersertifikat Halal

Pemkab Garut Dorong Produk IKM Bersertifikat Halal

| Rabu, 13 September 2023 | 06:30 WIB

Terkini

Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara

Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara

Jabar | Kamis, 07 Mei 2026 | 00:06 WIB

Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi

Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:46 WIB

5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China

5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China

Bogor | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:41 WIB

Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji

Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:32 WIB

5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level

5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level

Banten | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:32 WIB

5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif

5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif

Jabar | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:22 WIB

Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI

Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI

Sulsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:19 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara

Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:12 WIB

4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan

4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan

Bogor | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:11 WIB