Kabar mengejutkan jelang pertandingan Piala Dunia 2022 antara Portugal vs Ghana di Stadion 974, Doha Qatar. Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo resmi pisah jalan dengan Manchester United.
Perjalanan Ronaldo di musim kedua bersama Manchester United berakhir antiklimaks. Torehan 145 gol dari 346 penampilan bersama Red Devils harus berakhir pasca wawancara kontroversial dengan Piers Morgan.
“Cristiano Ronaldo akan meninggalkan Manchester United dengan kesepakatan bersama, dengan segera,” tulis pernyataan resmi Manchester United.
Ronaldo datang ke Manchester United di musim kedua dengan harapan ia mampu berjaya seperti pada musim pertama. Sayangnya hal itu tak terjadi.
Kehadirannya tak banyak membantu Manchester United dari musim ke musim. Tengok saja catatan Ronaldo di musim ini, dari 16 laga yang ia mainkan di semua kompetisi, ia hanya mampu mencetak 3 gol, 2 assit dan 3 kartu kuning.
Bandingkan saat ia membela Juventus. Bersama Juventus di musim 2020-21, Ronaldo mengemas 36 gol dari 44 pertandingan dan hanya mengoleksi 4 kartu kuning saja.
Menggila Bersama Juventus
Gol gila! Kata ini yang mungkin tepat untuk menggambarkan aksi Cristiano Ronaldo empat tahun lalu di pertandingan Real Madrid vs Juventus di leg pertama Liga Champions.
Gol kedua yang dicetak Ronaldo di laga itu dicetak dengan cara tak lazim. Sejumlah pengamat menganggap bahwa gol tersebut tak biasa dilakukan seorang manusia.
Gol akrobatik Ronaldo pada menit ke-64 bahkan membuat Zinedine Zidane yang juga pernah cetak gol akrobatik di final Liga Champions sampai geleng-geleng kepala tak percaya.
Pun dengan kiper sarat pengalaman, Gianluigi Buffon hanya bisa terpana melihat aksi sempurna pemain yang saat itu berusia 33 tahun.
Jika melihat data yang ada memang banyak pesepak bola yang pernah cetak gol indah lewat aksi akrobatik.
Namun gol Ronaldo yang memanfaatkan umpan Dani Carvajal ini terasa beda, terasa lebih sempurna.
Apa yang dilakukan Ronaldo dan kemudian membuat heboh juga pernah dirasakan oleh Widodo C Putro.
Eks pemain Petrokimia Putra Gresik ini mencetak gol akrobatik sempurna saat membela Timnas di perhelatan Piala Asia 1996.
Gol gila Widodo itu dicetaknya saat Timnas bertemu Kuwait. Mendapat umpan silang dari Ronny Wabia dari sisi kanan pertahanan Kuwait, insting gol Widodo langsung tercipta begitu melihat jatuhnya bola di belakang dirinya.
Ia membalikkan badan membelakangi gawang Kuwait dan menyambar bola tersebut dengan sepakan salto. Bola melesat tanpa bisa diantisipasi kiper Kuwait.
Hal serupa juga terjadi di Stadium Allianz empat tahun lalu dan aktor utamanya Cristiano Ronaldo.
Tak mendapat kawalan, Ronaldo yang berdiri sendirian di dalam kotak penalti mendapatkan umpan silang dari Dani Carvajal, posisi Ronaldo sebenarnya tak ideal untuk menyambar bola, pasalnya bola lebih condong mengarah ke Mattia De Sciglio. Namun insting 'membunuh' Ronaldo begitu terasa.
Ia berlari mendekati bola dan lepaskan tendangan salto dengan sempurna sebelum kepala De Sciglio menyundul bola.
Bola melesat dengan indah ke sudut gawang Juventus yang hanya bisa diperhatikan dengan seksama oleh Buffon.
Gocekan Ronaldo Sangat Indonesia
Ini bukan kali pertama begitu aksi Ronaldo sangat Indonesia banget.
Aksi dribbling Ronaldo yang dikenal dengan gerakan pedalada ternyata beberapa puluhan tahun dilakukan oleh pemain kelahiran Probolinggo, Jawa Timur, Lawrence Law Adam.
Law Adam ialah pemain Timnas Belanda yang lahir di Probolinggo pada 1908 silam dan sempat tercatat membela HVV Den Haag.
Buku karangan Ulrich Hesse dan Paul Simpson berjudul 'Who Invented the Stepover?: And Other Crucial Football Conundrums ' mengungkap fakta ini.
"Adam pertama kali mempertunjukkan aksi Pedalada kala ia membela Timnas Belanda melawan Belgia pada Oktober 1932. Surat kabar Belanda, Het Vaderland menyebut kala itu Adam mempertunjukkan aksinya dan mengelabui bek Belgia saat itu, Nicolas Hooydonckx," kata Ulrih seperti dikutip dari sportgeschiedenis.nl
Tak hanya satu orang yang menyebut gerakan Law Adam sangat identik dengan gerakan khas Ronaldo tersebut.
Max G Colthoff, mantan pemain klub Belanda, HVV era 1930-an yang menyebut bahwa memang Law Adams yang pertama mempraktekkan gerakan pedalada.
“Saya melihat Adam menggerakan kaki kiri memutari bola, berlawanan arah jarum jam. Sementara bola menggelinding, kaki kirinya melingkar di atas bola dari sebelah kanan. Dikarenakan putarannya dari dalam ke luar, maka lawan terkecoh mengikuti arah kaki" kata Colthoff.