![Kroasia vs Kanada ; Piala Dunia 2022 Qatar [Permata SAMAD/AFP]](https://media.suara.com/suara-partners/gol/thumbs/1200x675/2022/11/28/1-kroasia-vs-kanada-piala-dunia-2022-qatar.jpg)
Kanada Generasi Emas yang Layu sebelum Berkembang
Kondisi lebih miris juga terlihat di tim Kanada. Sebelum perhelatan Piala Dunia 2022, Kanada digadang-gadang sebagai generasi emas.
Julukan ini disematkan ke Kanada pasca meraih tiket ke Qatar setelah absen di Piala Dunia cukup lama. Kanada terakhir main di Piala Dunia 1986.
Tim berjuluk Les Rouges ini saat babak kualifikasi zona Concacaf mampu robohkan dominasi Amerika Serikat dan Meksiko.
Sejak diasuh oleh pelatih muda John Herdman pada 2018, Kanada diprediksi akan menjelma menjadi tim generasi emas. Sayang generasi emas ini layu sebelum berkembang di Piala Dunai 2022.
Dua kekalahan di laga grup F Piala Dunia 2022 membuat Kanada menjadi tim kedua setelah Qatar yang tersisih.
Julukan generasi emas Kanada sebenarnya tersemat berkat meroketnya Alphonso Davies. Ya, Alphonso Davies adalah wajah timnas Kanada, seperti Hazard di Belgia.
Alphonso Davies yang cetak gol tercepat di Piala Dunia 2022 saat melawan Kroasia tak bisa berbuat banyak untuk membangkitkan Kanada.
Sebelum Piala Dunia 2022, Alphonso Davies sebenarnya diragukan tampil karena alami cedera hamstring. Namun ia masih bisa tampil di matchday pertama dan kedua.
Baca Juga: Ivan Zamorano Jagokan Spanyol ke Final Piala Dunia 2022, Lawannya Tim dari Amerika, Siapa?
Sebenarnya Kanada tidak hanya Alphonso Davies. Di tim ini juga ada talenta muda lainnya seperti Jonathan David dan Tajon Buchanan. Namun keduanya minim pengalaman kompetisi internasional.
Sama seperti Belgia, Kanada si tim generasi emas punya kekurang terbesar yakni keduanya tak memiliki DNA juara. Faktor ini yang buat keduanya jadi pecundang di Piala Dunia 2022.