Kisah Al Rihla, Bola Piala Dunia 2022 yang Ternyata Buatan Pabrik di Kabupaten Madiun

suara gol

Selasa, 29 November 2022 | 18:17 WIB
Kisah Al Rihla, Bola Piala Dunia 2022 yang Ternyata Buatan Pabrik di Kabupaten Madiun
Bola Piala Dunia 2022. (Vocketfc)

Piala Dunia 2022 di Qatar kali ini menggunakan bola dengan nama Al Rihla.

Usut punya usut, bola yang dalam bahasa Arab berarti 'perjalanan' itu diketahui buatan sebuah pabrik di Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang bekerja sama dengan Adidas.

Melansir media Malaysia Vocketfc, PT Global Way adalah produsen perlengkapan olahraga lokal yang dibuka pada tahun 2019 dan kini memiliki lebih dari 2.000 karyawan.

Perusahaan juga bekerja sama dengan Puma, UHLsport, dan Mizuno untuk memproduksi perlengkapan olahraga yang diekspor ke seluruh dunia.

Satu juta suvenir sepak bola dibuat di pabrik dan selanjutnya dikirim ke Brasil, Inggris Raya, Amerika Serikat, Jerman, dan UEA sebagai bagian dari perayaan Piala Dunia.

Selain diklaim sebagai bola tercepat di udara dibandingkan bola lainnya di Piala Dunia edisi sebelumnya, Adidas juga menyebut Al Rihla memiliki akurasi terbaik dan mendukung permainan cepat di sepak bola modern.

Sebanyak 20 panel disertakan dalam bola untuk membantu meningkatkan aerodinamika. Ini juga diklaim dapat membantu pemain meningkatkan akurasi operan, percobaan, dan defleksi.

Al Rihla juga terbuat dari tinta dan lem berbahan dasar air, yang pertama untuk model Piala Dunia, dan peluncuran bola menandai dimulainya tur global Adidas untuk membantu "meningkatkan akses dan kesetaraan" bagi komunitas sepak bola lokal di seluruh dunia. dunia.

Franziska Loeffelmann, Director of Football and Apparel Graphics di Adidas menjelaskan lebih detail keunggulan bola ini.

baca juga

"Sepak bola semakin cepat, dan semakin cepat, akurasi dan kestabilan bola di udara menjadi sangat penting," tuturnya.

"Desain Al Rihla membuat bola tetap terjaga stabilitasnya saat di udara," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir dalam akun instagramnya. juga menyematkan foto dirinya dengan Presiden Fifa Gianni Infantino yang bersama-sama memegang bola.

"#ProudIndonesian! Teman-teman Madiun harus bangga. Bola yang saya pegang itu adalah “Al-Rihla” yang berarti 'perjalanan'. Bola resmi yang digunakan selama Piala Dunia Qatar 2022, diproduksi di Madiun, Jawa Timur," tulis Erick seperti dikutip dalam Instagram pribadinya @erickthohir.

Namun, media internasional mengklaim bola yang digunakan pada pertandingan Piala Dunia 2022 di Qatar itu buatan Pakistan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pamer Pusar, Artis Jepang Ini Bikin Heboh Stadion di Qatar, Ternyata Jago Juggling Bola dan Madridista

Pamer Pusar, Artis Jepang Ini Bikin Heboh Stadion di Qatar, Ternyata Jago Juggling Bola dan Madridista

Gol | Selasa, 29 November 2022 | 18:11 WIB

Lagi On Fire, Bruno Fernandes Kunci Utama Portugal Wujudkan Target Juara Piala Dunia 2022

Lagi On Fire, Bruno Fernandes Kunci Utama Portugal Wujudkan Target Juara Piala Dunia 2022

Bola | Selasa, 29 November 2022 | 17:55 WIB

Bisa Nonton di HP, Ini Link Live Streaming Wales vs Inggris Piala Dunia 2022

Bisa Nonton di HP, Ini Link Live Streaming Wales vs Inggris Piala Dunia 2022

Tekno | Selasa, 29 November 2022 | 18:00 WIB

Terkini

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:46 WIB

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:29 WIB

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:23 WIB

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:05 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Banten | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:48 WIB

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Jatim | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:42 WIB

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:41 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB