Setelah kemenangan atas Madgaskar, Walid terus ukir capaian hebat bersama tim Singa Atlas. Sebagai pelatih yang besar di Liga Prancis dan cicipi Liga Spanyol, Walid mengaku bahwa ia adalah pelatih yang gemar dengan metode tiki-taka.
"Saya sangat menyukai budaya sepak bola Spanyol, saya suka budaya sepak bola negara itu. Mereka telah bermain dengan cara sama selama 15-20 tahun dengan tiki-taka," ujar Walid melansir dari ltribunadetoledo.es
Walid dalam metode kepelatihan di Maroko menekankan bahwa skema meraka ialah penguasa bola dan penuh determinasi tinggi.
"Ini adalah tim yang selalu menginginkan bola dan tidak pernah menyerah kepada lawan. Ini adalah tim dengan gaya yang mudah dikenali. Bahkan jika pemain saya mengenakkan jersey lain, Anda akan tahu bahwa tim Spanyol sedang bermain," ujarnya.
Meski begitu, Walid menegaskan bahwa Maroko tidak serta merta meniru gaya main Spanyol. Ia menyebut bahwa setiap tim memiliki corak permainan tersendiri.
"Setiap negara memiliki model permainan sendiri. Kami juga memiliki itu," tegasnya.