Dianggap Lebih Berharga Dibanding Menara Eiffel
Pada 6 Mei 1948, Stade Français yang dibela Ben Barek bermain laga uji coba melawan Atletico Madrid.
Ben Barek tunjukkan skill magi-nya yang membuat manajemen Atletico Madrid tergila-gila. Atletio Madrid pun berusaha untuk mendatangkan Ben Barek.
Saat itu, seorang jurnalis Prancis meminta agar manajemen Stade Francais tak menjual Ben Barek berapa pun harga yang ditawarkan Atletico Madrid.
"Jual Arc de Triomphe atau Menara Eiffel, tapi jangan jual Benbarek," ungkap jurnalis Prancis tersebut.
Namun gelontoran dana 17 juta franc dari Atletico Madrid akhirnya membuat manajemen Stade Français luluh.
"Kita harus mendapat tanda tangan kontrak orang kulit hitam itu, apapun caranya," kata manajemen Atletico Madrid kala itu.
Ben Barek pun resmi bermain di Atletico Madrid. Bersama pemain Swedia, Herny Carlsson, mereka membawa Atletico Madrid berjaya di Liga Spanyol.
Pada tahun pertama di Atletico Madrid, ia mencetak 6 gol dari 18 pertandingan. Jumlah gol Ben Barek terus meningkat di musim-musim berikutnya.
Singkat cerita, Ben Barek yang tak pernah membela tim nasional Maroko ini gantung sepatu pada 1955.
Meski tak pernah bermain untuk tim nasional Maroko, Ben Barek pernah melatih tim Singa Atlas pada periode 60-an.
Mirisnya, Ben Barek habiskan tahun-tahun terakhir hidupnya sendirian. Ia meninggal di rumahnya pada 16 Desember 1992, tubuhnya baru ditemukan seminggu kemudian.