Cegah Batu Ginjal dengan Diet Ini

admin, Ririn Indriani

Senin, 03 Maret 2014 | 16:41 WIB
Cegah Batu Ginjal dengan Diet Ini
Ilustrasi makanan sehat. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Diet yang awalnya dirancang untuk menurunkan tekanan darah ternyata diperkirakan efektif pula untuk mencegah batu ginjal.

Demikian hasil penelitian terkini yang diterbitkan dalam American Journal of Kidney Diseases edisi Maret 2014.

Para peneliti mengatakan diet berdasarkan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) lebih praktis dan kurang ketat untuk orang-orang yang harus memantau apa yang dimakannya sebagai terapi atau pencegahan batu ginjal.

Diet biasanya dianjurkan untuk mencegah atau menekan kemungkinan terbentuknya batu ginjal "oksalat."

Perlu diketahui, kebanyakan batu ginjal terbentuk ketika oksalat mengikat kalsium sementara ginjal membuat urin.

Para peneliti mengatakan bahwa tingkat oksalat yang tinggi ditemukan dalam banyak makanan bergizi, seperti bit, bulgur, kale, almond, ubi jalar, bekatul, dan bayam.

"Penelitian sebelumnya telah merekomendasikan bahwa orang-orang dengan batu ginjal perlu melakukan diet rendah oksalat untuk mengurangi kemungkinan terbentuknya batu lain," kata Dr Kerry Willis, wakil presiden senior untuk kegiatan ilmiah di National Kidney Foundation.

Namun, lanjut dia, banyak makanan yang tinggi oksalat adalah makanan sehat. Jadi, bila seseorang melakukan diet rendah oksalat, maka asupan gizinya akan jadi terbatas. Padahal tubuh memerlukan banyak gizi.

Diet DASH, kata Willis, merupakan diet dengan gizi yang lebih seimbang dan hasilnya mungkin lebih mudah, serta lebih realistis untuk dilakukan dalam waktu jangka panjang.

Hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa diet DASH yang kaya buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu rendah lemak dan rendah protein hewani, biji-bijian olahan dan permen, bisa membantu mencegah batu ginjal.

Penelitian ini melibatkan 41 orang yang mengikuti diet DASH atau diet rendah oksalat selama delapan minggu. Rata-rata para peserta yang melakukan diet DASH risiko batu ginjalnya berkurang sebesar 35 persen. Sementara, mereka yang makan diet rendah oksalat risikonya berkurang sebesar 14 persen.

Para peneliti menyarankan untuk menggabungkan kalsium dan makanan kaya oksalat dalam yang diniliai bisa lebih efektif daripada membatasi oksalat untuk mencegah batu ginjal.

"Bila dikonsumsi bersama-sama, oksalat dan kalsium lebih mungkin untuk mengikat dalam perut dan usus sebelum diproses oleh ginjal. Dengan begitu kecil kemungkinan batu ginjal akan terbentuk," kata Willis.

Beranjak dari temuannya tersebut, para ahli dari National Kidney Foundation menawarkan tips untuk membantu mencegah pembentukan batu ginjal sebagai berikut:
1. Minum banyak cairan. Idealnya, minum setidaknya 2 liter atau setara 8-12 gelas air minum setiap hari.
2. Meskipun air putih merupakan minuman yang terbaik, air yang dicampur dengan lemon atau jeruk nipis tanpa ditambah gula juga merupakan pilihan yang baik.
3. Makan buah-buahan dan sayuran. Ini juga penting untuk membatasi konsumsi susu tinggi lemak, garam dan protein hewani.
4. Untuk menjaga kesehatan ginjal lakukan langkah-langkah preventif sesuai anjuran dokter. (Medicmagic)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan

Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 19:10 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!

Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!

Video | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:00 WIB

Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!

Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!

Video | Selasa, 28 April 2026 | 11:10 WIB

5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung

5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 08:41 WIB

Shindy Samuel Bongkar Perlakuan Rendy Selama Nikah, Pernah Diludahi hingga Nafkah Rp20 Ribu Sehari

Shindy Samuel Bongkar Perlakuan Rendy Selama Nikah, Pernah Diludahi hingga Nafkah Rp20 Ribu Sehari

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 07:00 WIB

Steven Wongso Lebih Dulu Terapkan Metode Diet 'Anjing' ke Ibu, sampai Dikatai Anak Durhaka

Steven Wongso Lebih Dulu Terapkan Metode Diet 'Anjing' ke Ibu, sampai Dikatai Anak Durhaka

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 06:30 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

7 Tips Diet Sehat Setelah Lebaran 2026 agar Berat Badan Turun secara Alami

7 Tips Diet Sehat Setelah Lebaran 2026 agar Berat Badan Turun secara Alami

Lifestyle | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:32 WIB

6 Tips Diet setelah Lebaran agar Berat Badan Turun Tanpa Tersiksa

6 Tips Diet setelah Lebaran agar Berat Badan Turun Tanpa Tersiksa

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:54 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB