Kanker Lebih Mematikan Dibanding Serangan Jantung?

Esti Utami, Esti Utami

Kamis, 13 Maret 2014 | 10:03 WIB
Kanker Lebih Mematikan Dibanding Serangan Jantung?
Ilustrasi kanker payudara. (Redorbit.com/Thinkstoc)

Suara.com - "Kanker bakal menjadi penyebab tertinggi kematian di AS pada tahun 2030". Demikian laporan terbaru dari American Society of Clinical Oncology. Itu artinya kanker akan menggeser serangan jantung, yang menurut data pada 2011 disebut sebagai penyakit paling mematikan di dunia.

Laporan lain yang bertajuk "The State of Cancer Care in America: 2014," juga menyebut kasus kanker akan meningkat hingga 45% pada 2030. Kabar buruk lainnya, tingginya kasus kanker tidak diimbangi dengan suplai klinik kanker. Pertumbuhan kasus kankaer diperkirakan mencapai 42 persen, sementara pertumbuhannya hanya 28 persen. 'Pada 2025 akan terjadi kekurangan ahli onkologi' tulis laporan tersebut seperti dikutip Huffington Post.

Kabar baiknya mereka yang berhasil bertahan dari penyakit ini juga akan bertambah. Temuan lainnya adalah uang yang dibelanjakan untuk mengatasi penyakit kanker juga bakal melonjak tajam. Pada 2020, belanja untuk kanker akan meningkat menjadi 173 miliar dolar. Bandingkan dengan angka pada 2006 yang hanya 104 miliar dolar.

Dana riset untuk penyembuhan juga akan meningkat namun sering tidak stabil. Soal dana ini sebenarnya sangat penting, karena sejumlah ahli onkologi pemotongan dana menjadi halangan utama upaya untuk menyediakan perawatan yang lebih berkualitas.

Ini memang temuan di Amerika. Tapi layak dijadikan sinyal untuk lebih waspada. Karena tidak tertutup kemungkinan hal yang sama juga terjadi di Indonesia, meski dalam skala yang berbeda. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Serikat Pengendalian Kanker Internasional (UICC) memprediksi, akan terjadi peningkatan lonjakan penderita kanker sebesar 300 persen di seluruh dunia pada tahun 2030. Sebanyak 70 persen di antaranya berada di negara berkembang seperti Indonesia.

Sementara data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, pada tahun 2012 prevalensi kanker mencapai 4,3 setiap 1.000 orang, meningkat dari tahun sebelumnya, dimana setiap 1.000 orang ditemukan satu kasus kanker. Meningkatnya kasus kanker selain dipicu oleh polusi juga disebabkan gaya hidup tak sehat. Jadi tak ada alasan untuk menunda hidup secara sehat bukan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Gitaris New Found Glory Chad Gilbert Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker Langka

Gitaris New Found Glory Chad Gilbert Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker Langka

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 12:15 WIB

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 19:06 WIB

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:18 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Health | Rabu, 09 September 2026 | 20:21 WIB

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Health | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:51 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×