Menyusui Lebih dari 2 Tahun Tingkatkan Risiko Kerusakan Gigi Bayi

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 18 Maret 2014 | 16:10 WIB
Menyusui Lebih dari 2 Tahun Tingkatkan Risiko Kerusakan Gigi Bayi
Ilustrasi menyusui. (sumber: Shutterstock)

Suara.com - Selama ini aktivitas menyusui dinilai memberikan banyak manfaat kesehatan bagi bayi.

Namun terlalu lama menyusui bayi (lebih dari dua tahun) justru bisa berakibat buruk bagi si kecil. Demikian hasil studi terkini yang dilakukan para peneliti AS.

Para peneliti mengatakan bahwa semakin sering ibu menyusui anaknya lebih dari usia 24 bulan di siang hari, maka semakin besar pula risiko anak mengalami kerusakan gigi dini yang parah.

"Prioritas ibu menyusui adalah memastikan bahwa anaknya mendapatkan nutrisi yang optimal," kata penulis utama Benjamin Chaffee dari University of California, San Francisco kepada Reuters Health.

Dia dan timnya melihat adanya kemungkinan hubungan antara menyusui jangka panjang dan risiko kerusakan gigi dan rongga dalam survei yang melibatkan 458 bayi di keluarga berpenghasilan rendah di kota Porto Alegre, Brasil.

Karena penelitian berlangsung lebih dari satu tahun, kebanyakan bayi mengonsumsi pula berbagai jenis makanan padat dan cairan selain Air Susu Ibu (ASI).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa bayi diberi ASI eksklusif untuk enam bulan pertama kehidupan mereka. Setelah enam bulan ditambah dengan makanan padat. Namun para penulis mencatat, WHO juga merekomendasikan untuk terus menyusui bayi hingga usia dua tahun dan seterusnya.

Dalam penelitiannya ini, para peneliti memantau perkembangan bayi saat mereka berusia 6, 12 dan 38 bulan. Pada enam bulan, tim peneliti mengumpulkan data tentang jumlah botol ASI bayi yang diminum sehari sebelumnya dan cairan lainnya, seperti jus.

Catatan saat bayi berusia 12 bulan, para orangtua melaporkan apakah bayinya mengonsumsi salah satu dari 29 makanan tertentu, termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, daging, susu coklat, kue, madu, minuman ringan atau biskuit manis.

Dua dokter gigi yang terlatih pun kerap memeriksa kesehatan gigi semua bayi setiap kali melakukan kunjungan.

Para peneliti menulis dalam jurnal Annals of Epidemiology bahwa hampir setengah dari anak-anak telah mengonsumsi susu formula saat usia 6 bulan, tapi sangat sedikit yang minum susu formula saat usianya 1 tahun.

Selain itu, mereka juga menemukan bahwa sekitar 40 persen anak-anak yang memperoleh ASI antara usia 6 dan 24 bulan mengalami beberapa kerusakan gigi pada akhir penelitian. Kasus kerusakan gigi tersebut jumlahnya kian meningkat menjadi 48 persen pada bayi yang masih diberi ASI selama lebih dari dua tahun, dan sering dilakukan.

"Studi kami tidak menyarankan pemberian ASI lebih dari dua tahun karena dapat menyebabkan karies," kata Chaffee.

Penulis menduga, kerusakan gigi yang terjadi mungkin terkait dengan kelebihan gula halus dalam makanan modern yang mungkin berkontribusi terhadap kerusakan gigi yang kasusnya semakin besar terlihat pada bayi yang diberi ASI terpanjang dan paling sering.

Para peneliti mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk memastikannya. Meski demikian temuan ini sesuai dengan pedoman gigi profesional yang menyarankan untuk menghindari menyusui lebih dari dua tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

ASI Warna Kuning Artinya Apa? Berkaca dari Pengalaman Alyssa Daguise dan Steffi Zamora

ASI Warna Kuning Artinya Apa? Berkaca dari Pengalaman Alyssa Daguise dan Steffi Zamora

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:50 WIB

Apakah Selsun Bisa untuk Ibu Menyusui?

Apakah Selsun Bisa untuk Ibu Menyusui?

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:25 WIB

7 Tas ASI Cooler Bag Paling Tahan Lama, Bisa Jaga Suhu Hingga 20 Jam

7 Tas ASI Cooler Bag Paling Tahan Lama, Bisa Jaga Suhu Hingga 20 Jam

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Kesaksian Korban Kecelakaan KRL: Nyawa Selamat Berkat Cooler Bag ASI

Kesaksian Korban Kecelakaan KRL: Nyawa Selamat Berkat Cooler Bag ASI

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 13:15 WIB

Cara Bayar Fidyah Ibu Menyusui 1 Bulan, Ini Bacaan Niat dan Besarannya

Cara Bayar Fidyah Ibu Menyusui 1 Bulan, Ini Bacaan Niat dan Besarannya

Lifestyle | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:55 WIB

Ini Bacaan Niat Fidyah Ibu Menyusui dan Besaran yang Harus Dibayar, Perhatikan Batas Waktunya

Ini Bacaan Niat Fidyah Ibu Menyusui dan Besaran yang Harus Dibayar, Perhatikan Batas Waktunya

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 15:39 WIB

Mengapa Ruang Menyusui yang Layak Masih Sulit Ditemukan di Ruang Publik?

Mengapa Ruang Menyusui yang Layak Masih Sulit Ditemukan di Ruang Publik?

Your Say | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:30 WIB

Ampuh Hilangkan Flek Hitam, Bolehkah Ibu Menyusui Memakai Retinol?

Ampuh Hilangkan Flek Hitam, Bolehkah Ibu Menyusui Memakai Retinol?

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:21 WIB

Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama

Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama

Health | Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:32 WIB

5 Rekomendasi Krim Mengencangkan Payudara Mulai Rp60 Ribuan, Cocok untuk Ibu setelah Menyusui

5 Rekomendasi Krim Mengencangkan Payudara Mulai Rp60 Ribuan, Cocok untuk Ibu setelah Menyusui

Lifestyle | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB