Virus Penyebab MERS Banyak Ditemukan Pada Unta Muda

Ruben Setiawan

Selasa, 06 Mei 2014 | 19:19 WIB
Virus Penyebab MERS Banyak Ditemukan Pada Unta Muda
Coronavirus, penyebab MERS (Shutterstock)

Suara.com - Virus korona yang menyebabkan penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) diperkirakan disebarkan dari unta-unta muda. Virus tersebut lebih banyak ditemukan pada unta-unta muda dibandingkan pada unta tua.

"Penelitian baru pada unta menunjukkan bahwa unta dewasa sudah punya antibodi terhadap MERS CoV, angkanya bisa mencapai lebih dari 70 persen pada satu penelitian sedangkan unta anak-anak punya virus yang aktif, penelitian menunjukkan sampai 35 persen pada swab hidung unta muda," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirimkan tim ke Arab Saudi yang diperkirakan menjadi tempat awal mulai berjangkitnya MERS CoV yang kemudian menyebar ke beberapa negara lain termasuk di Malaysia dan Amerika Serikat. Namun WHO belum menentukan secara pasti mengenai penyebab penularan virus tersebut meskipun beberapa penelitian menemukan unta sebagai hewan yang membawa virus itu.

"Beberapa penelitian menemukakn infeksi pada unta lebih banyak terjadi pada unta yang masih muda umurnya sehingga kalau sekiranya ada orang tertular dari unta, maka itu lebih mungkin tertular dari unta muda," ujar Tjandra.

Sementara itu, Tjandra juga menegaskan bahwa berdasar pemeriksaan Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), belum ada satu pun kasus di Indonesia yang hasil laboratoriumnya positif MERS CoV.

"Konfirmasi untuk memastikan ada tidaknya MERS CoV di Indonesia memang hanya bisa dilakukan di Laboratorium kami. Di negara-negara WHO kawasan Asia Tenggara hanya ada tiga negara yang bisa memastikan pemeriksaan Laboratorium ada tidaknya MERS CoV, salah satunya Indonesia," kata Tjandra.

Sebanyak 111 pasien ditemukan terjangkit MERS CoV di Jeddah, Arab Saudi sejak Maret 2014 dan dari jumlah tersebut, sebanyak 31 orang di antaranya meninggal dunia dan dikhawatirkan juga terjadi penularan dari pasien ke petugas kesehatan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasien di RS Adam Malik Belum Pasti Meninggal karena MERS

Pasien di RS Adam Malik Belum Pasti Meninggal karena MERS

News | Selasa, 06 Mei 2014 | 16:13 WIB

Dinkes Bali Terima Laporan Terduga Mers-CoV

Dinkes Bali Terima Laporan Terduga Mers-CoV

Health | Selasa, 06 Mei 2014 | 16:12 WIB

Kasus MERS-COV, Pemerintah Tetapkan Travel Alert

Kasus MERS-COV, Pemerintah Tetapkan Travel Alert

News | Selasa, 06 Mei 2014 | 15:32 WIB

Pengidap 4 Penyakit Kronis Ini Berisiko Tertular MERS

Pengidap 4 Penyakit Kronis Ini Berisiko Tertular MERS

Health | Selasa, 06 Mei 2014 | 10:05 WIB

Waspadai MERS di Antara Jemaah Umrah

Waspadai MERS di Antara Jemaah Umrah

Health | Selasa, 06 Mei 2014 | 08:45 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×