Awas, Jarang Bergerak Bisa Akibatkan Kerusakan Saraf

Esti Utami

Kamis, 05 Juni 2014 | 15:05 WIB
Awas, Jarang Bergerak Bisa Akibatkan Kerusakan Saraf
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Berapa jam dalam sehari, Anda menghabiskan waktu di depan komputer atau asyik dengan gadget Anda? atau berapa lama Anda duduk di atas sepeda motor?

Jika memang Anda menghabiskan banyak waktu untuk kegiatan yang berulang-ulang beresiko terkena penyakit neuropati, atau penyakit yang diakibatkan kerusakan saraf.  Neuropati, menurut Irwan Wijaya, Brand Manager Divisi Consumer Health PT Merck Tbk, banyak menyerang warga kota besar yang banyak menjalani aktivitas dengan gaya hidup yang kurang sehat.

Hasil riset yang dilakukan Neurobion, mengungkap orang yang sering melakukan aktivitas dengan gerakan berulang (repetitif) lebih berisiko terkena neuropati. Aktivitas yang meningkatkan risiko neuropati itu antara lain mengetik di gadget (61,5 persen), mengendarai motor dan mobil (58,5 persen), duduk dalam durasi antara 5-7 jam (53,7 persen), aktivitas dengan gerakan berulang seperti mencuci, memasak, menyapu (54,4 persen), dan mengetik di komputer (52,8 persen).

"Akibat aktivitas itu, banyak orang mengaku merasakan gejala neuropati seperti kebas dan kesemutan," ujar Irwan dalam media workshop "Waspadai Gaya Hidup Berisiko Neuropati" di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Dalam kesempatan yang sana, dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S (K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat menjelaskan, neuropati adalah istilah untuk kerusakan saraf tepi yang dapat disebabkan oleh penyakit, trauma pada saraf, atau karena komplikasi dari berbagai penyakit dalam.

Gejala awal yang sering muncul, lanjut dr. Manfaluthy, adalah kesemutan dan kebas atau baal. Jika dibiarkan maka gejala ini akan semakin parah seperti terjadi kelemahan tubuh atau anggota gerak, kelumpuhan. Jika sudah mengenai saraf otonom akan lebih berbahaya karena tidak bisa disembuhkan. Pada Laki-laki, kerusakan saraf otonom bahkan bisa mengakibatkan impotensi.

Penyakit yang disebabkan kerusakan saraf ini, kata dr. Manfaluthy, kini tak hanya diderita orang lanjut usia. Makin banyak kaum muda  dengan rentang usia 26-30 tahun yang terkena neuropati.

Neuropati dapat dicegah dengan memperbaiki gaya hidup, yakni olahraga teratur serta istirahat cukup untuk regenerasi sel saraf.
"Kenali juga apa yang Anda makan. Upayakan selalu gizi seimbang dan bila perlu konsumsi vitamin neurotropik, yaitu B1, B6, dan B12," saran dr. Manfaluthy sambil mengingatkan jika tidak ditangani dengan cepat dan disepelekan, neuropati bisa menjadi parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Amankah Olah Raga Saat Hamil?

Amankah Olah Raga Saat Hamil?

Health | Rabu, 04 Juni 2014 | 16:32 WIB

Cara Mudah Membuat Air Infus Kaya Vitamin C dengan Gutacci

Cara Mudah Membuat Air Infus Kaya Vitamin C dengan Gutacci

Health | Rabu, 04 Juni 2014 | 15:30 WIB

Awas, SMS-an Dalam Gelap Bisa Merusak Mata

Awas, SMS-an Dalam Gelap Bisa Merusak Mata

Health | Selasa, 03 Juni 2014 | 19:48 WIB

Operator "Call Centre" Profesi Paling Tak Sehat di Inggris

Operator "Call Centre" Profesi Paling Tak Sehat di Inggris

Health | Jum'at, 30 Mei 2014 | 14:25 WIB

Sepertiga Penduduk Dunia Kelebihan Berat Badan

Sepertiga Penduduk Dunia Kelebihan Berat Badan

Health | Kamis, 29 Mei 2014 | 09:49 WIB

Terkini

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:57 WIB

×