Array

Menilik Kesehatan Pencernaan dari 'Kotoran' Anda (2)

Esti Utami Suara.Com
Jum'at, 15 Agustus 2014 | 13:01 WIB
Menilik Kesehatan Pencernaan dari 'Kotoran' Anda (2)
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Beberapa fungsi tubuh ditunjukkan oleh hal-hal yang bersifat pribadi, seperti kotoran misalnya.  Jadi sesekali jangan buru-buru menekan tombol flush seusai buang air besar. Sejenak perhatikan kotoran Anda, baik warna konsistensi, bentuk, untuk memprediksi kondisi kesehatan dalam perut Anda.

Bentuk kotoran bisa mengindikasikan berbagai penyakit seperti iritasi usus, kanker usus besar, atau obstruksi usus. Berikut adalah panduan singkat bagaimana 'menilai' kotoran Anda.

Pelajaran kedua adalah apapun makanan yang diasup baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi maupun untuk pengobatan dapat memicu respon hormonal dan refleks saraf di perut. Pada beberapa orang ini, jenis makanan tertentu dapat membuatnya langsung ke kamar mandi. Ini mungkin merupakan tanda dari alergi atau sensitivitas.

"Makanan masuk ke usus dan menyebabkan reaksi alergi dan peradangan yang dapat menggangu proses pencernaan dalam usus. Dan ketika usus tidak melewati hal-hal seperti itu maka Anda mengalami gangguan," kata Michael B. Stierstorfer, MD, seorang profesor dermatologi klinis di University of Pennsylvania.

Tapi menurut Stierstorfer stres akut juga dapat memicu seseorang untuk sering buang air besar. Untuk mengatasai kondisi ini, mungkin Anda perlu mengungkap alergi makanan yang tak terdiagnosis. Dalam penelitiannya, Dr Stierstorfer menemukan bahwa penerapan uji makanan pada kulit dapat membantu mendeteksi alergi makanan yang menyebabkan masalah usus.

Anda bisa mencoba di rumah, jika jari Anda menjadi merah dan gatal setelah menangani satu jenis makanan untuk jangka waktu lama "Maka hindari makanan itu selama seminggu untuk melihat apakah Anda merasa lebih baik," kata Dr Stierstorfer.

Sedangkan dari golongan obat yang dapat merangsang saraf Anda, umumnya adalah antibiotik, penghilang rasa sakit NSAID, magnesium yang mengandung antasida, dan inhibitor pompa proton untuk mulas.

Jika curiga Anda alergi pada salah satu dari jenis obat ini, maka tak ada salahnya Anda berbicara dengan dokter pribadi Anda untuk menyesuaikan dosis atau obat-obatan. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah alergi adalah dengan mengurangi stres. (menshealth.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI