Ilmuwan: HIV 'Lahir' di Kinshasa, Kongo

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 03 Oktober 2014 | 14:46 WIB
Ilmuwan: HIV 'Lahir' di Kinshasa, Kongo
Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik Kongo. (Sumber: Wikipedia)

Suara.com - Sebuah penelitian mengklaim bahwa human immunodeficiency virus (HIV) lahir pada 1920-an di Afrika tengah dimana wilayah tersebut sejak tahun itu sudah menjadi rute yang ramai untuk perdagangan dan pekerja migran.

Para ilmuwan dari Universitas Oxford dan Belgia melihat sejarah genetik virus yang menewaskan 1.5 juta orang dalam setahun dengan menelusuri kembali ke kota Kinshasa, yang kini menjadi ibu kota Republik Demokratik Kongo.

Oleh penguasa kolonial Belgia, Kinshasa dijadikan kota perdagangan yang ramai terlebih sudah ada transportasi kereta api yang modern.

Kondisi ini tentu saja membuat Kinshasa menjadi kota dengan pertumbuhan yang pesat. Akibatnya, banyak pekerja migran yang tertarik untuk mengadu peruntungan di kota tersebut.

Begitu banyaknya pekerja migran yang tinggal di kota tersebut berdampak pada perubahan gaya hidup masyarakatnya, termasuk kebiasaan seksualnya dan meningkatnya perdagangan seks.

Fakta inilah yang memungkinkan HIV untuk menyebar tanpa diketahui hingga akhirnya terlambat untuk menghentikannya.

Meski demikian, HIV kala itu tampaknya lambat menyebar ke luar perbatasan kota. Butuh waktu selama 30 tahun untuk muncul di tiga kota lain di negara yang luas yaitu, Mbuji-Mayi, Lubumbashi dan Kisangani, sejauh 1.000 mil.

Kasus HIV AIDS pertama dilaporkan terjadi di Kinshasha pada 1959. Kemudian virus tersebut terbawa hingga ke Atlantika, dan menjangkiti seorang remaja bernama Robert Rayford, yang tinggal di Missouri, Amerika.

Dokter percaya bahwa Rayford mungkin adalah seorang lelaki penjaja seks yang kemudian meninggal diserang AIDS 1969.

Kemudian pada 1977, virus ini telah sampai di Eropa. Seorang pelaut bernama Arvid Noe adalah korban pertamanya.

Virus AIDS kemudian menjadi virus yang dengan cepat tersebar dari benua satu ke benua lain. Dan diketahui penyebaran yang cepat dahulu disebabkan penggunaan kembali jarum suntik. Sehingga anak-anak juga menjadi korbannya, dan banyak yang meninggal dunia karenanya.

Berkamuflase
Virus HIV AIDS dianggap sebagai virus yang cerdas karena dapat berkamuflase di dalam tubuh dan berpura-pura menjadi nutrisi, sehingga tubuh telah tertipu.

Begitu diizinkan masuk ke dalam tubuh, ia kemudian menyerang sistem immune dan merusaknya. Inilah sebabnya banyak orang yang tidak dapat bertahan lama setelah diserang virus ini.

HIV itu sendiri masuk ke dalam tubuh secara 'diam-diam' sebelum akhirnya menyebabkan penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS), yang baru diidentifikasi sebagai virus pada 1983. Pada saat itulah ribuan orang telah meninggal akibat penyakit mematikan itu.

Sejak itu para ilmuwan telah terlibat dalam pertempuran panjang untuk meningkatkan peningkatan pengobatan dengan obat antiretroviral, yang memperlambat jalannya HIV dan memungkinkan beberapa pasien bisa memiliki harapan hidup yang lebih panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prostitusi Terselubung Berpotensi Dongkrak Jumlah Penderita AIDS

Prostitusi Terselubung Berpotensi Dongkrak Jumlah Penderita AIDS

Health | Senin, 15 September 2014 | 02:47 WIB

Lelaki Ini Sengaja Sebar Virus HIV

Lelaki Ini Sengaja Sebar Virus HIV

News | Sabtu, 30 Agustus 2014 | 14:51 WIB

Seratus Peneliti AIDS Menumpang Pesawat Nahas MAS MH17

Seratus Peneliti AIDS Menumpang Pesawat Nahas MAS MH17

Tekno | Jum'at, 18 Juli 2014 | 15:00 WIB

Sempat Dinyatakan Sembuh, Bocah Ini Kembali Terserang HIV

Sempat Dinyatakan Sembuh, Bocah Ini Kembali Terserang HIV

Health | Senin, 14 Juli 2014 | 03:28 WIB

Terkini

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB