Suara.com - Mengonsumsi makanan mentah alias raw food, kini sedang menjadi tren. Mengasup makanan, terutama sayuran dan buah mentah, dinilai lebih sehat, karena nutrisi dan vitamin yang dikandungnya tidak rusak. Selain itu diet ini juga menurunkan risiko keracunan makanan.
Penganut gaya hidup sehat mengklaim, mengasup raw food bisa mendetoksifikasi racun dari tubuh, melancarkan pencernaan, menyembuhkan sejumlah penyakit dan mencegah alergi. Mengonsumsi raw food juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan daya ingat, apalagi jika yang dikonsumsi adalah buah dan sayur organik.
"Saya merasa lebih fokus dan lebih sehat. Selain itu emosi saya lebih tenang," ujar Max Elnathan Mandias, seorang raw foodies yang juga vegetarian di Jakarta dalam perbincangannya dengan suara.com, beberapa waktu lalu.
Selain itu, menurut Max dengan mengonsumsi raw food, ia juga merasakan suhu tubuhnya lebih dingin. Max yang menjadi rawfoodies sejak beberapa tahun silam ini juga membantah anggapan bahwa menjadi vegetarian bisa mengurangi 'kebugaran' seseorang karena kekurangan protein. Pasalnya, makanan nabati yang juga kaya protein. Selain kedelai, kacang-kacangan, sejumlah sayuran seperti bayam, kangkung, kailan dan daun kelor juga kaya protein.
"Jadi pintar-pintarnya kita mengombinasikan sayuran itu untuk memastikan makanan yang kita asup cukup mengandung protein, zat besi, kalsium, vitamin dan mineral yang kita butuhkan," lanjutnya.
Menjadi vegetarian sekaligus raw foodies, menurut Max, justru memudahkan seseorang mencapai berat badan ideal. Tubuh, ujarnya, seperti memilik kecerdasan sendiri untuk menemukan berat badan ideal.
Lalu bagaimana mengonsumsi makanan mentah itu? Anda bisa membuatnya menjadi smoothies, water infused atau 'sup' dari kombinasi berbagai sayuran, buah ataupun biji-bijian.