Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
Ilustrasi [Envato]

Suara.com - Krisis iklim kini tidak lagi dipandang sekadar persoalan lingkungan. Dampaknya mulai terasa langsung pada kesehatan masyarakat, mulai dari meningkatnya risiko malnutrisi, diare, malaria, hingga tekanan panas yang memicu stres dan kematian.

World Health Organization (WHO) memperkirakan perubahan iklim dapat menyebabkan sekitar 250.000 kematian tambahan setiap tahun pada periode 2030 hingga 2050. Negara berkembang seperti Indonesia dinilai menjadi wilayah yang paling rentan menghadapi ancaman tersebut.

Situasi ini membuat penguatan layanan kesehatan primer, seperti puskesmas, dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam upaya adaptasi perubahan iklim.

Puskesmas di Kota Tangerang menyediakan jasa vaksinasi jemaah haji gratis. [Dok Pemkot Tangerang]
Ilustrasi Puskesmas. [Dok Pemkot Tangerang]

Hal tersebut mengemuka dalam sesi “Perubahan Iklim dan Dampaknya terhadap Kesehatan” di ajang KONEKSI KIE Jakarta Summit 2026 yang membahas hasil riset kolaboratif antara Universitas Udayana dan Australian National University.

Peneliti utama dari ANU, I Nyoman Sutarsa, mengatakan sebagian besar layanan kesehatan di Indonesia sebenarnya sudah menyadari ancaman perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat. Namun, langkah adaptasi yang dilakukan masih terbatas.

“Sebetulnya tenaga kesehatan sudah sadar dengan permasalahan iklim dan memiliki keinginan untuk melakukan adaptasi perubahan iklim. Hanya saja, kalau dilihat secara keseluruhan, upaya adaptasi yang dilakukan tenaga kesehatan masih bersifat preventif,” ujar Sutarsa.

Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi belum adanya panduan operasional yang jelas di tingkat dinas kesehatan maupun fasilitas layanan primer seperti puskesmas dalam menangani dampak kesehatan akibat perubahan iklim.

Padahal, layanan kesehatan primer menjadi fasilitas yang paling dekat dan mudah diakses masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan di level dasar dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi krisis iklim.

Sementara itu, peneliti lainnya, Anak Agung Sagung Sawitri, menilai pemerintah sebenarnya tidak perlu membangun program baru dari nol untuk menghadapi ancaman tersebut.

baca juga

Ia mendorong optimalisasi pendekatan climate lens atau perspektif iklim dalam sistem kesehatan yang sudah berjalan saat ini.

Pendekatan tersebut memungkinkan integrasi data lingkungan dan data penyakit secara lebih menyeluruh sehingga layanan kesehatan dapat lebih cepat membaca pola risiko yang muncul akibat perubahan lingkungan.

“Dengan penyempurnaan program yang sudah ada, implementasinya bisa lebih cepat dan efektif tanpa membutuhkan persiapan besar,” ujarnya.

Selain integrasi data, penyesuaian prosedur layanan kesehatan juga dinilai penting. Sawitri mengatakan Standar Operasional Prosedur (SOP) di layanan kesehatan primer perlu dibuat lebih sensitif terhadap kelompok masyarakat yang paling terdampak perubahan iklim.

Mulai dari masyarakat pesisir, lansia, anak-anak, hingga kelompok rentan lainnya dinilai membutuhkan pendekatan layanan kesehatan yang lebih adaptif di tengah cuaca ekstrem dan meningkatnya risiko penyakit akibat perubahan iklim.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Petani di Klaten Menghidupkan Kembali Tanah demi Bertahan dari Krisis Iklim

Kisah Petani di Klaten Menghidupkan Kembali Tanah demi Bertahan dari Krisis Iklim

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:54 WIB

Menjaga Sungai dari Hulu ke Hilir: Cerita Pusur Institute Ajak Anak Muda Rawat DAS Pusur di Klaten

Menjaga Sungai dari Hulu ke Hilir: Cerita Pusur Institute Ajak Anak Muda Rawat DAS Pusur di Klaten

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×