Ini Waktu yang Dibutuhkan HPV Menjadi Kanker Serviks

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 15 Oktober 2014 | 13:34 WIB
Ini Waktu yang Dibutuhkan HPV Menjadi Kanker Serviks
Ilustrasi virus HPV. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Data WHO GLOBOCAN 2012 menyebutkan bahwa setiap satu jam perempuan di Indonesia meninggal karena kanker serviks.

Sementara di dunia, setiap dua menit perempuan meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus).

Virus ini sebagian besar menyebar melalui kontak seksual namun pada kasus yang jarang, bisa juga terinfeksi karena pola hidup yang kurang bersih.

Tapi tahukah Anda bahwa pada stadium awal hampir tidak ada gejala yang memberikan sinyal adanya penyakit ini yang mengendap di tubuh.

Alih-alih terdeteksi dini, tak jarang perempuan divonis stadium lanjut oleh para dokter dan 90 persen perempuan yang terkena kanker stadium lanjut ini harapan hidupnya kurang dari lima tahun.

Hal ini disampaikan dr Andi Darma Putra, SpOG(K)Onk, staf pengajar obstetri dan ginekologi di FKUI-RSCM di jakarta, baru-baru ini.

Ia mengatakan bahwa HPV mengendap di tubuh dan tanpa memberikan gejala di stadium awal selama 3-20 tahun. Itulah sebabnya banyak perempuan yang terlambat terdeteksi sehingga menyebabkan kefatalan.

"Hampir 70 persen pasien wanita yang datang ke saya sudah pada stadium lanjut stage 2b. Hal ini wajar karena umumnya kanker ini tidak ada gejala awalnya, dan jarak dari infeksi virus HPV ke kanker bisa sampai 20 tahun," ujar dokter yang akrab disapa ADP ini.

HPV menurut dia sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya pada orang dengan kekebalan tubuh yang baik. Namun, pada lima persen dari jumlah populasi manusia yang tidak memiliki kekebalan tubuh yang baik, virus dapat bertahan di dalam tubuh dan memengaruhi sel, berkembang menjadi kutil kelamin maupun kanker serviks.

"Pada saat infeksi awal, virus HPV sama sekali tidak ada gejala sehingga tidak terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh. Nanti setelah 3-20 tahun, virus ini menjadi aktif dan menggerogoti sel hingga menjadi kanker," tambah Andi.

Tidak seperti kanker lainnya, menurut dokter Andi, kanker serviks lesi bisa dideteksi secara dini sehingga efek buruk bisa dicegah dengan melakukan screening papsmear secara rutin bagi yang sudah melakukan hubungan seksual dan melakukan vaksinasi.

"Karena kanker serviks umumnya menyebar melalui hubungan seksual kami sarankan para wanita untuk melakukan papsmear secara rutin agar lesi kanker nya bisa terdeteksi secara dini. Kalau bagi remaja yang belum melakukan kontak seksual bisa melakukan vaksinasi untuk pencegahan seumur hidup," jelas dokter Andi.

Vaksin HPV sendiri adalah protein yang mirip dengan yang ada pada HPV. Protein rekayasa genetika ini kemudian diawetkan dan dicampur pada solusi berbasis air steril. Selain vaksinasi, lakukan juga pola hidup sehat dan tidak berganti-ganti pasangan hidup untuk terhindar dari risiko terkena kanker serviks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Alarm Kesehatan: Wamenkes Soroti Lonjakan Kasus Kanker Serviks di Usia 30-an

Alarm Kesehatan: Wamenkes Soroti Lonjakan Kasus Kanker Serviks di Usia 30-an

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 07:00 WIB

Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks

Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 21:37 WIB

Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal

Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 17:56 WIB

Peringati Hari Ibu, 500 Perempuan di Jakarta Dapat Vaksin HPV Gratis

Peringati Hari Ibu, 500 Perempuan di Jakarta Dapat Vaksin HPV Gratis

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 19:53 WIB

HPV Masih Jadi Ancaman, Kini Ada Vaksin Generasi Baru dengan Perlindungan Lebih Luas

HPV Masih Jadi Ancaman, Kini Ada Vaksin Generasi Baru dengan Perlindungan Lebih Luas

Health | Kamis, 04 September 2025 | 08:45 WIB

CEK FAKTA: Vaksin HPV Menyebabkan Rahim Kering dan Mandul

CEK FAKTA: Vaksin HPV Menyebabkan Rahim Kering dan Mandul

Health | Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:59 WIB

CEK FAKTA: Video Dharma Pongrekun Sebut Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan Viral, Ini Kata Ahli dan WHO

CEK FAKTA: Video Dharma Pongrekun Sebut Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan Viral, Ini Kata Ahli dan WHO

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 09:55 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB