Tak Boleh Ada Lagi Rokok di dalam Kampus

Ardi Mandiri

Minggu, 26 Oktober 2014 | 19:51 WIB
Tak Boleh Ada Lagi Rokok di dalam Kampus
AM2014062528

Suara.com - Mewabahnya kebiasaan merokok di kalangan pelajar dan mahasiswa menjadi ancaman serius. Tak hanya berisiko pada kesehatan, rokok juga dinilai sebagai candu yang bisa mengakibatkan ketergantungan bagi para pelakunya. Untuk menanggulangi bahaya 'laten' kepulan tembakau ini, seluruh kampus yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), akhirnya, sepakat menggulirkan "Gerakan Kampus Tanpa Asap Rokok".

Hal itu diungkapkan Edy Suwandi Hamid, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) pada acara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara APTISI dengan Tobacco Control Support Centre (TCSC) dan Komnas Pengendalian Tembaku di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini.

Menurut Edy, langkah ini merupakan salah satu upaya APTISI berkontribusi nyata terhadap penanggulangan ancaman tembakau, alkohol, dan narkoba di lingkungan kampus. Ia menyebut bahwa masih sedikit kampus di Indonesia yang memiliki komitmen bebas asap rokok.

“Berbicara mengenai kampus tanpa asap rokok, jumlahnya baru satu persen kampus swasta di Indonesia yang benar-benar komit untuk melarang, baik dalam bentuk kepulan asap rokok langsung maupun dalam bentuk sponsor. Mahasiswa adalah bahan baku untuk diolah menjadi penerus bangsa. Oleh karena itu saya sangat senang sekali hari ini dpt menandatangani kerjasama dalam melindungi anak muda dari bahaya rokok,” ujar Edy.

Lebih lanjut Edy mengaku setuju bila seluruh kampus swasta di Indonesia membuat aturan larangan merokok. Menurut dia, dampak rokok tak sekadar berbahaya bagi kesehatan, tapi juga bisa merusak mental mahasiswa.

“Jika ditemukan pelanggaran saya serahkan pada masing-masing PTS. Belum ada sanksi mengikat yang diberlakukan dari peraturan baru ini,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua Indonesian Tobacco Control Network-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (ITCN-IAKMI), dr Kartono Mohamad, risiko yang ditimbulkan kebiasaan merokok adalah kesehatan. Selain itu, rokok juga penyebab awal kecanduan narkoba.

"Rokok itu mengandung nikotin yang bersifat mencandu, dan nikotin sejajar dengan sianida yang mana merupakan racun pembunuh yang sangat berbahaya. Belum lagi merusak intelegensi anak. Dan yang paling ditakutkan adalah awal sebagai pecandu narkoba," ujar mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia ini.

Namun, Kartono menambahkan, dengan adanya kerja sama ini bukan berarti menutup industri rokok. Kartono menegaskan bahwa inti dari penandatanganan MoU ini untuk mengendalikan promosi dan iklan rokok di kampus.

“Jadi dengan adanya peraturan ini bukan berarti kita mematikan mata pencaharian petani tembakau atau justru menuntut untuk ditutupnya industri rokok. Namun, kita hanya berusaha mengendalikan kebiasaan merokok di kalangan kampus. Kita tidak ingin generasi penerus bangsa rusak hanya karena rokok,” imbuh Kartono. (Firsta Putri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rokok Dibikin Seragam, Siapa yang Untung? Ekonom Ungkap 3 Risiko Ini

Rokok Dibikin Seragam, Siapa yang Untung? Ekonom Ungkap 3 Risiko Ini

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:57 WIB

Perokok Tak Juga Berkurang, Dunia Mulai Cari Jalan Keluar dari Rokok

Perokok Tak Juga Berkurang, Dunia Mulai Cari Jalan Keluar dari Rokok

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:08 WIB

Korsleting Listrik dan Puntung Rokok Picu Ratusan Kebakaran di Jakarta Selama El Nino!

Korsleting Listrik dan Puntung Rokok Picu Ratusan Kebakaran di Jakarta Selama El Nino!

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:28 WIB

Konferensi Republik Hasilkan 5 Seruan, Soroti Krisis Kepemimpinan hingga Menyempitnya Ruang Sipil

Konferensi Republik Hasilkan 5 Seruan, Soroti Krisis Kepemimpinan hingga Menyempitnya Ruang Sipil

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:00 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:47 WIB

UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Sengaja atau Tak Peka? Mengapa Prabowo Baru ke NTT di Hari ke-11 Setelah Gempa?

Sengaja atau Tak Peka? Mengapa Prabowo Baru ke NTT di Hari ke-11 Setelah Gempa?

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Terkini

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 22:30 WIB

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

×