Ibu Rumah Tangga Paling Banyak Terinfeksi HIV/AIDS

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 02 Desember 2014 | 15:58 WIB
Ibu Rumah Tangga Paling Banyak Terinfeksi HIV/AIDS
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga September 2014 menyebutkan bahwa orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia sekitar 54 persen diderita laki-laki, sedangkan perempuan sebesar 29 persen. Sisanya, 17 persen tidak melaporkan jenis kelamin.

Yang menyedihkan, dari 29 persen tersebut, kebanyakan diderita oleh para ibu rumah tangga, yaitu mencapai 6.539 orang.

Kepala Balitbangkes Kemenkes, Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, tingginya angka ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS diduga karena perilaku suami yang suka 'jajan' sembarangan. Akibatnya sang istri yang tak bersalah tertular virus dari suami yang biasanya dibawa dari hubungan terlarang dengan para penjaja seks komersil (PSK).

“Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual yaitu 61,5 persen, diikuti penularan melalui perinatal (kelahiran) 2,7 persen,” ujarnya di Kemenkes, Jakarta, Selasa, (2/12/2014).

Padahal, lanjut Prof Tjandra, ibu yang terkena HIV sangat rentan menularkan virus tersebut kepada anaknya saat proses kelahiran dan pertukaran cairan tubuh. Oleh karena itu, Kemenkes telah mencanangkan program "Pencegahan Penularan Ibu ke Anak" (PPIA) dengan berbagai macam pelayanan.

Kepada ibu hamil, petugas kesehatan wajib menawarkan tes HIV. Jika positif, para ibu bisa melakukan tes dan konseling HIV/AIDS lalu diberikan terapi antiretroviral (ARV) yang akan dipantau.

Jika terdeteksi dini, kata Prof Tjandra, risiko penularan dari ibu hamil positif HIV ke bayinya sangat rendah dengan pemberian ARV. Bahkan, ibu hamil positif HIV tetap bisa menyusui anakya tanpa risiko penularan.

“Kebijakan Kemenkes saat ini adalah ibu hamil positif HIV untuk segera di berikan ARV tanpa melihat berapapun nilai CD4-nya,” ujarnya.

Setelah kelahiran, persalinan ibu hamil yang positif HIV harus dilakukan dengan cara yang aman dan terstandarisasi. Kemudian ibu hamil juga diedukasi untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan baru dilanjutkan dengan MPASI.

Namun, setelah kelahiran, perempuan dengan ODHA tidak disarankan untuk hamil lagi. "Perempuan dengan ODHA tidak dianjurkan untuk hamil lagi, dapat menggunakan kontrasepsi pilihan sesuai  dengan kebutuhan untuk mencegah peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS," tutup Prof Tjandra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lawan HIV, Pangeran Harry Bongkar Rahasia Pribadi

Lawan HIV, Pangeran Harry Bongkar Rahasia Pribadi

Health | Senin, 01 Desember 2014 | 16:03 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB