Studi: Urine Bisa Deteksi Risiko Obesitas

Kamis, 30 April 2015 | 14:16 WIB
Studi: Urine Bisa Deteksi Risiko Obesitas
Ilustrasi tes urine. (Shutterstock)

Suara.com - Selain menyulitkan aktivitas, berat badan yang berlebihan dapat mengundang berbagai macam penyakit. Sayangnya masih sedikit orang yang menyadarinya dan malas menjalani pola hidup sehat.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 13 persen orang dewasa di seluruh dunia mengalami obesitas pada tahun 2014. Sedangkan pada anak-anak, ditemukan juga jumlah yang mengkhawatirkan, dimana ada 42 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami kelebihan berat badan (obesitas) pada 2013.

Untuk mengetahui kaitan obesitas dengan peningkatan risiko berbagai penyakit seperti kanker, stroke, diabetes dan serangan jantung, peneliti mengidentifikasi adanya tanda kimiawi pada urine yang ternyata berhubungan dengan masa tubuh manusia.

Dalam penelitian ini, tim peneliti menemukan adanya tanda metabolik pada urine yang bisa mendeteksi adanya masalah obesitas pada diri seseorang.

Urine memang mengandung berbagai bahan kimia yang juga dikenal sebagai metabolik yang berasal dari beberapa proses biokimia dalam tubuh.

Dengan begitu, para peneliti dapat menganalisis metabolisme pada sampel urine, dan hasilnya ilmuwan dapat memberikan informasi secara genetik dan bagaimana gaya hidup seseorang tersebut.

Studi yang dipimpin oleh tim di Imperial College London ini telah menganalisa sampel urine lebih dari 2.000 relawan di Amerika Serikat dan Inggris.

Mereka menemukan adanya kolerasi antara metabolisme dengan massa tubuh seseorang, setelah menemukan 29 macam metabolisme dari setiap relawan yang telah dicoba.

Beberapa metabolik yang mempengaruhi massa tubuh ini disebabkan oleh bakteri yang hidup di usus, yang dengan cepat membuat obesitas terjadi.

"Hasil penelitian kami  menunjukkan bahwa pola metabolisme dalam urine dapat memberikan tanda awal obesitas," kata Paul Elliott dari Imperial departemen epidemiologi dan biostatistik, yang ikut memimpin penelitian.

"Yang terpenting dari penemuan ini adalah kita dapat memberikan peringatan kepada orang yang tidak memiliki masalah obesitas, dan ternyata mereka memiliki pola urine yang rentan mengalami kenaikan berat badan. Sehingga dapat terhindar dari penyakit berbahaya lainnya yang ditimbulkan oleh obesitas ini," tambah Elliot.

Temuan ini diharapkan bisa memberi penerangan untuk pencegahan obesitas yang lebih efektif. (Foxnews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI