Tak Hati-Hati, Terapi Chiropractic Bisa Picu Stroke

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 07 Januari 2016 | 18:12 WIB
Tak Hati-Hati, Terapi Chiropractic Bisa Picu Stroke
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Nyeri pada tulang belakang kerap membuat penderitanya tak tahan. Salah satu pilihan untuk mengatasi rasa nyeri ini dengan menjalani terapi chiropractic.

Seperti yang dilakukan mendiang Allya Siska Nadia ketika menderita nyeri leher. Ia yang kala itu berencana melanjutkan studi di luar negeri merasa ingin menyembuhkan keluhan di bagian leher yang cukup mengganggu aktivitasnya.

Pilihan pun jatuh pada Klinik Chiropractic First yang berlokasi di Pondok Indah Mall. Oleh terapis asing bernama dr Randall Cafferty, ia diminta menjalani terapi sebanyak dua kali pada awal Agustus 2015.

Usai menjalani terapi, bukan kesembuhan yang dialami, Allya justru merasakan sakit luar biasa di bagian leher dan akhirnya meregang nyawa ke pangkuan illahi.

Dikutip dari laman WebMD, metode pengobatan chiropractic pada dasarnya bertujuan untuk mengoreksi kelainan di bagian tulang belakang. Biasanya chiropractor atau ahli tulang, melakukan tindakan dengan pemijatan secara langsung atau penekanan di bagian yang memerlukan koreksi untuk mengembalikan fungsinya. Namun tindakan tak hati-hati saat memberikan terapi ini bisa memicu stroke.

Menurut American Heart Association, tekanan terlalu besar saat mengoreksi kelainan tulang dan saraf di leher bisa menyebabkan sobekan di dinding arteri atau disebut dengan cervical artery dissection.

Kondisi ini dapat menyebabkan stroke jika ternyata terjadi penyumbatan darah di bagian itu yang kemudian dapat menyebabkan tersumbatnya saluran darah menuju otak.

 "Robekan di dinding arteri leher terjadi ketika gerakan yang diberikan mendadak sehingga membuat leher tertarik atau terputar dengan keras," ujar penulis Dr. Jose Biller, kepala bagian neurologi di Loyola University Chicaho Stritch School of Medicine.

Bahkan risiko stroke akibat robekan dinding arteri tak boleh diabaikan terutama pada usia muda dan dewasa muda, terhitung sekitar 8-25 persen kasus stroke terjadi pada usia di bawah 45 tahun.

Biller pun mengimbau kepada para chiropractor untuk tak sembarangan melakukan terapi kepada pasien yang memiliki risiko stroke.

Bahkan secara tegas, American Heart Association mengatakan bahwa terapi chiropractic sebaiknya tidak diberikan pada mereka yang mengidap osteoporosis parah, memiliki gejala mati rasa di beberapa bagiann tangan dan kaki, mengidap kanker tulang, atau memiliki risiko stroke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dinkes DKI Belum Temui Dugaan Malpraktik Klinik Chiropatic First

Dinkes DKI Belum Temui Dugaan Malpraktik Klinik Chiropatic First

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 17:10 WIB

Praktisi Chiropractic Asal AS Ternyata Residivis

Praktisi Chiropractic Asal AS Ternyata Residivis

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 16:46 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×