Bedanya Anemia dan Darah Rendah

Ririn Indriani

Minggu, 24 April 2016 | 07:25 WIB
Bedanya Anemia dan Darah Rendah
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - April adalah bulannya kaum perempuan, karena di bulan ini tepatnya 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, yang dikenal pula sebagai hari emansipasi kaum perempuan.

Nah, berbicara soal perempuan yang terkait dengan masalah kesehatan, ada keluhan atau gangguan kesehatan yang lebih banyak dialami kaum perempuan ketimbang lelaki. Dan, salah satu keluhan tersebut adalah anemia.

Pakar kesehatan, Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB dari FKUI mengatakan anemia lebih banyak dialami perempuan, karena setiap bulan perempuan dewasa umumnya mengalami menstruasi. Kondisi ini, kata dia, memang bisa menyebabkan hemoglobin akan turun sehingga kadang kala menyebabkan anemia.

Kondisi inilah yang menyebabkan anemia lebih sering dialami perempuan ketimbang lelaki. Lebih lanjut Ari menjelaskan bahwa anemia terjadi apabila seseorang mempunyai kadar hemoglobin yang rendah pada wanita nilai normal hemoglobin 12-16 gr/dl, pria 13,5-18 gr/dl. Secara klinis biasanya pasien terlihat pucat dan lemas.

Anemia sendiri, lanjut dia, penyebabnya bermacam-macam misalnya, anemia karena produksi yang rendah, perdarahan, kekurangan zat besi, vitamin B12, asam folat, anemia karena penghancuran berlebih atau anemia karena penyakit kronis seperti kanker.

Selain anemia, kata Ari, kondisi lain yang juga kadang kala terjadi pada perempuan adalah hipotensi atau tekanan darah rendah dimana masyarakat sering menggunakan istilah darah rendah.  

Hipotensi itu sendiri adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik hanya 90 mmHg atau kurang dan diastolik 60 mmHg atau kurang. Jadi, jika TD seseorang 90/60 mmHg atau kurang sudah bisa disebut mengalami hipotensi.

"Hipotensi lebih banyak dialami para wanita dari pria karena berhubungan dengan perdarahan per vagina (menstruasi/melahirkan) atau kehamilan," imbuh Ari.

Karena kondisi anemia dan hipotensi ini sering tumpang tindih atau sekilas mirip, kadang kala masyarakat hanya mengambil jalan pintas untuk mengatasi kondisi hipotensi dengan mengonsumsi zat besi.

Padahal langkah ini, kata Ari, tidak tepat, karena anemia dan darah rendah merupakan keluhan yang berbeda. "Hal ini yang memang harus dipahami oleh masyarakat membedakan antara anemia atau hipotensi antara pucat dengan tekanan darah rendah," terangnya.

Gejala klinis pucat dan tekanan darah rendah lanjut Ari, biasanya memang mirip. Pasien sama-sama merasakan lemah, pusing dan seperti melayang.Tak hanya itu, kadang kala penyebabnya juga bisa sama.

Ia menjelaskan bahwa pasien dengan anemia karena perdarahan, bisa juga mengalami tekanan darah rendah. "Saya beberapa kali mendapatkan pasien yang sebenarnya kadar hemoglobin normal tetapi mempunyai tekanan darah rendah, mengonsumsi zat besi yang sebenarnya tidak tepat," jelas Ari.

Cara penanganan yang salah itu, tambah dia, justru bisa membuat kadar zat besi yang tinggi dalam darahnya. Kondisi ini, menurut Ari, tidak diperbolehkan, karena bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati untuk memastikan apakah memang mengonsumsi zat besi untuk indikasi anemia atau untuk tekanan darah rendah.

Ari memaparkan bahwa gejala yang sering timbul pada pasien tekanan darah rendah adalah pusing, sempoyongan terutama saat tiba-tiba melakukan perubahan posisi tubuh (misalnya dari membungkuk kemudian posisi tubuh lurus), atau saat tiba-tiba duduk dari tidur atau dari duduk berdiri terasa gelap.

"Sekilas ini mirip dengan gejala anemia yaitu pasien merasa pusing, tetapi pada anemia tidak ada peningkatan pusing atau pandangan gelap saat perubahan posisi," terangnya.

Ari mengatakan bahwa beberapa kondisi yang bisa menyebabkan darah rendah adalah kehilangan cairan atau darah seperti muntah-muntah hebat, mecret atau diare, perdarahan baik melalui saluran cerna atas maupun saluran bawah yang terjadi tiba-tiba, perdarahan melalui vagina, infeksi berat atau gangguan pada jantung.

Darah rendah itu sendiri, kata dia, bisa juga dipicu dari obat-obatan antara lain obat anti darah tinggi, obat penenang atau obat diuresis (untuk merangsang buang air kecil).

"Hal ini penting diketahui agar kita bisa mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadi darah rendah. Memang kita juga harus mengetahui bahwa perdarahan per vagina selain menyebabkan tekanan darah turun juga bisa menyebabkan terjadinya anemia," jelasnya panjang lebar.

Namun perlu diingat bahwa anemia berbeda dengan darah rendah sehingga cara pengobatannya pun berbeda. "Jadi, saya tegaskan lagi bahwa darah rendah bukan zat besi obatnya, karena sat besi untuk gangguan kesehatan karena anemia akibat kekurangan zat besi," tutupnya.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:53 WIB

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:29 WIB

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:02 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Viral! Cowok 18 Tahun Masuk IGD Ngaku Menstruasi, Dokter Ungkap Fakta Pilu di Baliknya

Viral! Cowok 18 Tahun Masuk IGD Ngaku Menstruasi, Dokter Ungkap Fakta Pilu di Baliknya

Entertainment | Sabtu, 18 April 2026 | 11:45 WIB

Hari Pertama Haid dan Tuntutan Perempuan untuk Tetap Kuat

Hari Pertama Haid dan Tuntutan Perempuan untuk Tetap Kuat

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 15:50 WIB

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem

Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound

Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Mas Botok Pati di DPR: Kami Tak Suka Anarkis, Datang ke Jakarta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan!

Mas Botok Pati di DPR: Kami Tak Suka Anarkis, Datang ke Jakarta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan!

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:23 WIB

Polisi Telusuri Aliran Dana Bisnis Benih Lobster Ilegal di Garut, 3 Orang Jadi Tersangka

Polisi Telusuri Aliran Dana Bisnis Benih Lobster Ilegal di Garut, 3 Orang Jadi Tersangka

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:18 WIB

Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan

Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif

Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia

Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia

Bali | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:14 WIB

6 Cara Pakai Essence agar Menyerap Maksimal untuk Kulit Wajah, Makin Glowing dan Kenyal

6 Cara Pakai Essence agar Menyerap Maksimal untuk Kulit Wajah, Makin Glowing dan Kenyal

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:13 WIB

5 Mesin Cuci 2 Tabung yang Hemat Listrik dan Murah untuk Rumah Tangga, Harga Rp1 Jutaan

5 Mesin Cuci 2 Tabung yang Hemat Listrik dan Murah untuk Rumah Tangga, Harga Rp1 Jutaan

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Dadah-dadah Prabowo dengan Latar Asap Kebakaran Kalimantan, Publik: What Next Mr Presiden

Dadah-dadah Prabowo dengan Latar Asap Kebakaran Kalimantan, Publik: What Next Mr Presiden

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Mauro Zijlstra Terdepak dari Skuad Persija, Arema FC Jadi Kesempatan Kedua

Mauro Zijlstra Terdepak dari Skuad Persija, Arema FC Jadi Kesempatan Kedua

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:04 WIB

×