Kunjungi Rumah Sakit, Waspada Terinfeksi Penyakit Ini!

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 10 Agustus 2016 | 20:42 WIB
Kunjungi Rumah Sakit, Waspada Terinfeksi Penyakit Ini!
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Rumah sakit sejatinya merupakan lokasi yang potensial untuk penyebaran virus maupun bakteri penyebab berbagai penyakit.

Bahkan pakar imunologi Universitas Airlangga, Dr. dr. Agung Dwi Widodo menyebut bahwa orang yang berada dalam rumah sakit selama 2-3 hari, berisiko mengidap infeksi nosokomial, yang termasuk salah satu penyebab kematian terbesar pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Infeksi ini bisa dialami pasien rawat inap atau bahkan petugas kesehatan. Biasa terjadi ketika 2-3 hari setelah masuk rumah sakit. Kalau sehari ke rumah sakit langsung kena gejala tertentu, bukan termasuk infeksi ini," ujarnya pada temu media di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Beberapa penyakit yang timbul karena infeksi nosokomial, lanjut dia, antara lain infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, pneumonia dan infeksi pada luka operasi.

Infeksi penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri Staphylococcus, Pseudomonas Aeruginosa, Acinetobacterbaumanii, Extended Spectrum Beta Lactam, dan Klebseilla Pneumonia Carbapenemase.

"Makin tinggi jumlah kasus infeksi nosokomial di suatu rumah sakit maka menunjukkan semakin buruknya manajemen infeksi nosokomial," imbuh Agung.

Sebagai pencegahan, ia menganjurkan agar pasien dan tenaga kesehatan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri saat berada di rumah sakit. Wujud pencegahan sederhananya dengan mencuci tangan menggunakan alcohol rub yang biasanya tersedia di rumah sakit.

"Jika pasien mengidap penyakit tertentu maka harus segera diperbaiki kondisinya agar imunitas tidak terganggu sehingga bisa melawan infeksi," pungkas Agung.




Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB