Amankah Ibu Hamil Lakukan Perjalanan dengan Pesawat Terbang?

Ririn Indriani | Suara.com

Sabtu, 20 Agustus 2016 | 11:56 WIB
Amankah Ibu Hamil Lakukan Perjalanan dengan Pesawat Terbang?
Ilustrasi ibu hamil dalam pesawat terbang. (Shutterstock)

Suara.com - Meskipun bisa dikatakan sangat aman untuk terbang selama lebih dari trimester ketiga (hingga 36 minggu), ibu hamil disarankan untuk mendiskusikan rencana tersebut dengan dokter atau bidan, sebelum memesan jadwal penerbangan.

Dalam kasus berisiko tinggi tertentu, seperti dilansir babycenter.com, dokter mungkin menyarankan Anda untuk tetap tinggal di rumah selama kehamilan.

Berikut beberapa kondisi kehamilan yang tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan udara:
1. Hamil kembar.
2. Memiliki diabetes atau tekanan darah tinggi.
3. Memiliki kelainan plasenta atau perdarahan vagina.
4. Memungkinkan atau berisiko untuk bersalin secara prematur.
5. Memiliki sejarah pembentukan bekuan darah (termasuk sebelum kehamilan).

Bahkan jika Anda mengalami kehamilan yang tidak rumit, sebaiknya hindari terbang selama bulan-bulan terakhir. Banyak maskapai penerbangan yang tidak mengizinkan perempuan hamil, terutama di bulan-bulan tertentu untuk melakukan penerbangan.

Namun, setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda tentang kapan dan apakah Anda diperbolehkan terbang. Sebaiknya cek kembali dan update informasi terbaru. Jangan lupa untuk memperhitungkan seberapa jauh perjalanan Anda.

Sebelum Anda pergi, tanyakan kepada bidan atau dokter kandungan untuk membantu Anda menemukan dokter, jika Anda  membutuhkan perhatian medis selama liburan. Bawalah daftar lengkap kontak darurat, dan jika Anda berada di trimester kedua atau ketiga, bawalah juga salinan grafik prenatal Anda.

Sebuah grafik prenatal harus mencakup usia Anda, tanggal kemungkinan lahir, tanggal terakhir Anda menstruasi, jumlah dan hasil dari kehamilan sebelumnya, faktor risiko penyakit, hasil tes laboratorium yang berhubungan dengan kehamilan dan ultrasound, riwayat medis dan bedah, dan catatan tanda-tanda vital yang diambil pada setiap kunjungan kontrol.

Jika Anda sehat dan tidak memiliki masalah kebidanan, Anda dan bayi dalam kandungan Anda seharusnya tidak memiliki kesulitan dalam kabin bertekanan dari pesawat komersial. Anda tidak perlu khawatir tentang scanner X-ray di bandara.

Selama penerbangan, hal terbaik untuk dilakukan adalah membuat diri Anda senyaman mungkin. Mintalah tempat duduk di tengah pesawat, di atas sayap, agar Anda hanya bisa merasakan gerakan halus pesawat. Jika mungkin, pesan tempat duduk yang bisa membuat Anda meluruskan kaki, melakukan peregangan, dan mudah berlajan-jalan atau menuju kamar mandi.

Ibu hamil yang duduk diam dalam jangka waktu yang lama berada pada peningkatan risiko terjadinya pembekuan darah, sehingga disarankan untuk berjalan di sekitar kabin, setidaknya setiap satu jam. Anda juga dapat meregangkan dan melenturkan kaki setiap 30 menit, memakai stoking khusus hamil untuk membantu menjaga aliran darah di kaki Anda, dan mengurangi risiko penggumpalan darah serta pembengkakan kaki.

Ketika duduk, jaga posisi sabuk pengaman untuk diikat di bawah perut. Minum banyak air putih untuk meminimalkan efek dehidrasi dari udara kabin yang kering. Kafein bersifat diuretik, jadi hindarilah kopi, teh, dan minuman ringan berkafein sebelum dan selama penerbangan.

Hati-hatilah pada makanan dan minuman yang memproduksi gas sebelum lepas landas. Gas yang terperangkap dari beberapa makanan, seperti kubis dan kacang-kacangan, yang akan menghasilkan gas dalam perut dan membuat perjalanan tidak nyaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tips Renang bagi Ibu Hamil

Tips Renang bagi Ibu Hamil

Health | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 13:44 WIB

Inilah Manfaat Berenang Selama Kehamilan

Inilah Manfaat Berenang Selama Kehamilan

Health | Kamis, 18 Agustus 2016 | 19:17 WIB

Cara Aman Gunakan Minyak Aromaterapi untuk Ibu Hamil

Cara Aman Gunakan Minyak Aromaterapi untuk Ibu Hamil

Health | Rabu, 10 Agustus 2016 | 14:03 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB