Risiko yang Mengintai di Balik Lucunya Balita Gemuk

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:30 WIB
Risiko yang Mengintai di Balik Lucunya Balita Gemuk
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Orangtua mana yang tidak senang melihat buah hatinya tumbuh menjadi balita yang gemuk nan menggemaskan. Seringkali balita gemuk juga menjadi objek pujian, karena dianggap sehat dan bergizi baik.

Padahal, dibalik pipi 'chubby' yang menggemaskan dari balita bertubuh gemuk, ada risiko kesehatan yang mengintainya jika tak diintervensi sejak dini.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Indrarti Soekotjo, SpKO mengatakan, anak yang gemuk mengalami penumpukan sel lemak di bawah kulit maupun jaringan organ. Kondisi ini pada gilirannya dapat mengundang berbagai risiko penyakit seperti diabetes, jantung hingga stroke saat anak tumbuh dewasa.

"Ini sebabnya penyakit kardiovaskular tidak lagi diderita orang berusia 50-an ke atas. Usia-usia muda juga sudah ada yang terkena stroke, diabetes atau penyakit jantung," ujarnya pada temu media 'Yuk Main di Luar' yang dihelat Nuvo, Selasa (23/8/2016).

Risiko penyakit yang mengintai anak-anak obesitas, bahkan menurutnya, lebih besar dibandingkan risiko yang dialami mereka yang memiliki masalah obesitas pada usia dewasa.

"Kalau pada anak penumpukan sel lemaknya yang banyak sehingga menyebabkan obesitas. Kalo dewasa, volume selnya yang besar sehingga lebih mudah untuk diturunkan," imbuh Indrarti.

Sebelum risiko tersebut mengintai, ia menyarankan orangtua agar secara rutin menimbang berat badan dan mengukur tinggi buah hatinya. Dan yang terpenting, biarkan anak bergerak secara aktif di luar rumah agar penumpukan lemak bisa dicegah.

"Anak secara alami sukanya bergerak. Tapi orangtua kadang melarang anaknya bermain di luar ruangan karena takut kotor, jatuh dan lainnya. Sehingga anak jadi enggan bermain dan lebih banyak diam yang memicu penumpukan lemak," tambah Indrarti.

Pada anak-anak, ia menganjurkan agar mereka bergerak setidaknya 60 menit dalam sehari. Bentuk aktivitas fisiknya pun tak perlu terlalu berat, seperti berjalan santai, bersepeda, berkebun, main lompat tali, basket, atau sepak bola.

"Perlu dukungan orangtua untuk memberikannya kesempatan bergerak aktif sehingga menghindarkan dirinya dari risiko obesitas," pungkas Indrarti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Obesitas Bisa Disebabkan Kesalahan Orangtua

Anak Obesitas Bisa Disebabkan Kesalahan Orangtua

Health | Selasa, 23 Agustus 2016 | 18:31 WIB

Bocah Obesitas Kembali Sekolah

Bocah Obesitas Kembali Sekolah

Foto | Senin, 18 Juli 2016 | 16:38 WIB

Arya Bocah Obesitas Menanti Penanganan Medis

Arya Bocah Obesitas Menanti Penanganan Medis

Health | Rabu, 13 Juli 2016 | 07:18 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB