Anak Obesitas Bisa Disebabkan Kesalahan Orangtua

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 23 Agustus 2016 | 18:31 WIB
Anak Obesitas Bisa Disebabkan Kesalahan Orangtua
Ilustrasi keluarga yang sedang menyantap 'junk food'. (Shutterstock)

Suara.com - Obesitas atau kelebihan berat badan kini tak hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak bahkan balita.

Berbagai studi juga telah membuktikan pengaruh obesitas pada anak yang dapat memicu berbagai penyakit kardiovaskular mulai dari penyakit jantung dan stroke di masa mendatang.

Psikolog Naomi Soetikno mengatakan obesitas pada anak salah satunya dapat disebabkan kesalahan orangtua dalam mengasuh buah hatinya.

"Peranan orangtua membuat sang anak obesitas itu sangat besar. Banyak orangtua yang membiarkan anaknya makan apapun dan kapanpun agar tidak rewel, pada akhirnya anak banyak makan dan membuat lemak menumpuk menjadi obesitas," ujarnya pada temu media 'Yuk Main di Luar' yang dihelat Nuvo, Selasa (23/8/2016).

Anak, lanjut Naomi, juga akan meniru kebiasaan orangtua dalam hal apapun termasuk mengonsumsi makanan. Jika orangtua terbiasa mengonsumsi makanan tak sehat, maka anak akan mencontoh dan berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya.

"Orangtua mau anaknya makan makanan sehat, tapi dirinya sendiri makan junk food tentu jangan berharap banyak anak akan nurut. Karena saat masa kanak-kanak fase yang berjalan adalah fase modelling," imbuhnya.

Lalu, bagaimana pola asuh yang benar agar anak tak obesitas? Naomi mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan orangtua adalah memberi contoh yang baik.

"Orangtua dulu yang menunjukkan bahwa mereka melakukan pola makan yg baik dan sehat. Tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenisnya sehingga anak belajar dari orangtua," tambahnya.

Kedua, bentuk suasana makan yang menyenangkan. Naomi menganjurkan agar anak dan orangtua membiasakan makan di meja makan sehingga bisa saling berdiskusi.

"Kalau makan nggak di meja makan, yang ada anak ambil makanan di dapur lalu dia duduk di depan tv sambil menghabiskan. Itu tidak baik," lanjutnya.

Selain itu orangtua juga sebaiknya tidak memberikan komentar negatif mengenai perilaku makan anak. Hal ini akan membuat suasana makan menjadi tidak menyenangkan.

"Misal anak ngemut langsung dipelototin atau dicubitin. Anak menjadi tidak nyaman saat makan dengan orangtua dan orangtua akan sulit mengawasi pola makan anak," pungkas Naomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bocah Obesitas Kembali Sekolah

Bocah Obesitas Kembali Sekolah

Foto | Senin, 18 Juli 2016 | 16:38 WIB

Arya Bocah Obesitas Menanti Penanganan Medis

Arya Bocah Obesitas Menanti Penanganan Medis

Health | Rabu, 13 Juli 2016 | 07:18 WIB

Bocah 10 Tahun Ini Miliki Bobot 192 Kg

Bocah 10 Tahun Ini Miliki Bobot 192 Kg

Health | Kamis, 30 Juni 2016 | 19:18 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×