Gangguan Lambung, Apa yang Harus Dilakukan?

Ririn Indriani

Rabu, 07 September 2016 | 15:10 WIB
Gangguan Lambung, Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tanya:

Selamat siang Dokter,
Dok, berat badan saya menurun dari 62 kg menjadi 54 kg. Nafsu makan saya kadang ada kadang juga tidak. Hampir setiap menit saya bersendawa, tapi kadang tertahan di tenggorokan sehingga rasanya tidak nyaman sekali. Selain itu tubuh juga terasa lelah ketika berjalan atau berdiri agak lama dan pusing. Saya mempunyai penyakit maag Dok. Keadaan ini saya alami ketika saya minum (pop ice) dingin pada saat perut kosong. Saya juga sering begadang. Tekanan darah normal, hanya sgpt 60 sgpt 53. Dengan gejala-gejala yang ditunjukkan tersebut, apa yang harus saya lakukan, Dok? Lantas, apa yang dimaksud dengan SGOT dan SGPT, Terima kasih.

AR

Jawab:

Selamat sore Saudara AR,
Berdasarkan keluhan yang disebutkan, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter dan juga pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi Anda, karena selain masalah lambung mungkin ada kondisi lain yang memperparah yang dapat dideteksi saat pemeriksaan fisik.
Jangan lupa pola makan harus dijaga dan juga kurangi beban pekerjaan fisik maupun stres pikiran agar tidak memperparah kondisi Anda.

Nilai SGOT dan SGPT
SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh jika hati mengalami kerusakan baik kerusakan fungsi hati secara akut maupun kronis.

SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase)
Enzim yang terdapat di dalam sel hati. Ketika sel hati mengalami kerusakan, akan terjadi pengeluaran enzim SGPT dari dalam sel hati ke sirkulasi darah dan akan terukur melalui pemeriksaan laboratorium.

SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) SGOT merupakan enzim hati yang terdapat di dalam sel parenkim hati. SGOT akan meningkat kadarnya di dalam darah jika terdapat kerusakan sel hati.

Namun SGOT tidak spesifik hanya terdapat di dalam hati. SGOT juga dapat ditemukan di sel darah, sel jantung dan sel otot, karena itu peningkatan SGOT tidak selalu menunjukkan adanya kelainan di sel hati.

Hasil SGPT yang tinggi juga perlu diinterpretasi berdasarkan waktu pemeriksaan darah. SGPT juga dihasilkan oleh sel otot, ginjal dan jantung. Peningkatan SGPT dapat terjadi karena adanya masalah pada organ hati, empedu, jantung.

SGPT umumnya merupakan salah satu skrining atau deteksi gangguan di hati. Peningkatan SGPT lebih dari 3 kali nilai normal dapat diindikasikan sebagai tanda adanya gangguan atau kerusakan di hati.

Nilai normal SGOT adalah 3-45 u/L, sedangkan nilai normal SGPT adalah 0-35 u/L. Nilai normal SGOT dan SGPT dari masing-masing laboratorium bervariasi.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan semoga membantu. Terima kasih.


Dijawab oleh: dr. Adnan Yusuf
Sumber: https://meetdoctor.com/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penyebab Pusing Bila Berdiri Terlalu Lama

Ini Penyebab Pusing Bila Berdiri Terlalu Lama

Health | Sabtu, 03 September 2016 | 19:00 WIB

Lakukan Ini Agar Bronkhitis Lekas Sembuh

Lakukan Ini Agar Bronkhitis Lekas Sembuh

Health | Sabtu, 03 September 2016 | 14:10 WIB

Posisi Tidur Bisa Pengaruhi Tekanan Darah?

Posisi Tidur Bisa Pengaruhi Tekanan Darah?

Health | Kamis, 01 September 2016 | 19:16 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB