Tak Hanya Ibu, Ayah Juga Berperan Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Jum'at, 30 September 2016 | 21:49 WIB
Tak Hanya Ibu, Ayah Juga Berperan Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Ilustrasi ayah dan anak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Banyak yang menganggap bahwa ibu lebih berperan besar dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Padahal riset membuktikan, peran ayah juga tak kalah pentingnya untuk perkembangan fungsi kognitif, motorik dan sosial anak.

"Dua-duanya sama-sama penting. Ketiga area penting di otak anak, yakni motorik, kognitif, dan sosial, akan berkembang dengan baik jika ada peran ayah di dalamnya," ujar psikolog Naomi Soetikno pada temu media yang dihelat Baby Happy di Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Naomi menambahkan, anak yang dibesarkan ayah dan ibu juga secara kognitif memiliki problem solving lebih baik. Secara sosial, anak juga lebih terampil bersosialisasi dan lebih lincah karena perkembangan motorik bekerja sesuai tahapan.

Ia menjelaskan, ada beberapa cara dimana ayah dapat berperan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, antara lain struktur, kehangatan, tanggung jawab dan mudah diakses.

Pertama, ayah perlu memberikan aturan atau arahan di dalam kehidupan rumah tangga, khususnya yang berkaitan dengan pengasuhan anak. Caranya, dengan mendiskusikan bersama istri pola pengasuhan seperti apa yang akan diterapkan kepada buah hatinya.

"Misal ayah memberlakukan aturan, kalau ketemu orang yang lebih tua harus cium tangan. Dan arahan ini dilakukan setiap hari pada anak," imbuhnya.

Dalam pengasuhan, Naomi juga mengatakan bahwa ayah perlu memberikan kehangatan pada anak. Jika anak melakukan kesalahan, maka sebaiknya ayah dapat memberikan nasihat dengan cara yang baik dan tetap memberi rasa nyaman terhadap anak.

"Ketiga, ayah juga perlu memberikan tanggung jawab. Jadi tanggung jawab ayah bersama dengan ibu untuk saling mengingatkan, misal kapan anak harus imunisasi, harus ganti popok ketika basah. Intinya harus saling berbagi tanggung jawab," tambahnya.

Terakhir, agar peran ayah dapat mendukung tumbuh kembang anak, Ia mengimbau agar para ayah mudah diakses oleh anak. Meski sibuk dengan pekerjaan, ayah harus menyempatkan waktu bercengkrama dan bermain dengan sang anak.

"Anak seringkali ingin ketemu ayah, tapi ayahnya sibuk. Cara mensiasatinya ya manfaatkan kecanggihan teknologi. Misalnya melalui video call atau telpon anak pada saat-saat luang, dan ciptakan perasaan aman dan nyaman pada anak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bermain dengan Anak, Ini yang Harus Diperhatikan Orangtua

Bermain dengan Anak, Ini yang Harus Diperhatikan Orangtua

Health | Selasa, 27 September 2016 | 08:10 WIB

Manfaat Menakjubkan Menyanyi dan Menari bagi Anak

Manfaat Menakjubkan Menyanyi dan Menari bagi Anak

Health | Jum'at, 23 September 2016 | 08:26 WIB

Anak Harus Seimbang IQ dan EQ

Anak Harus Seimbang IQ dan EQ

Health | Jum'at, 23 September 2016 | 06:07 WIB

Stres Hadapi Anak Sulit Makan? Coba Langkah Ini

Stres Hadapi Anak Sulit Makan? Coba Langkah Ini

Health | Kamis, 15 September 2016 | 12:31 WIB

Jadi Ayah Sebelum Usia 25 Tahun, Rentan Alami Kematian

Jadi Ayah Sebelum Usia 25 Tahun, Rentan Alami Kematian

Health | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 10:20 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB