Musim Hujan, Hati-hati Leptospirosis!

Ririn Indriani

Selasa, 11 Oktober 2016 | 07:30 WIB
Musim Hujan, Hati-hati Leptospirosis!
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Di musim penghujan seperti saat ini, banyak penyakit mengintai kita, salah satunya adalah infeksi leptospirosis.

Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri leptospira, dan bakteri ini bisa menyerang baik hewan maupun manusia. Penyakit ini merupakan penyakit musiman dan banyak ditemukan laporan kasus ini pada musim hujan di negara tropis dan pada awal musim gugur di negara dengan empat musim.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus leptospirosis yang banyak, menempati peringkat ketiga terbanyak kematian akibat leptospirosis.
Infeksi ini menyebar di hampir seluruh Indonesia dengan angka kejadian terbanyak bersamaan dengan musim hujan dan banjir.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gejala dari serangan bakteri ini, hellosehat.com mengupas lebih lanjut mengenai leptospirosis.

Bagaimana cara penularan leptospirosis?
Leptospirosis ditularkan melalui kontak dengan air, tanah, atau lumpur yang telah terkontaminasi oleh urin binatang yang terinfeksi leptospira.
Kontak yang lama dengan genangan air yang terkontaminasi urin atau minum air yang telah terkontaminasi juga dapat menyebabkan seseorang terinfeksi. Kadang-kadang, gigitan binatang yang terinfeksi juga dapat menyebabkan penularan.
Tikus, anjing, babi, dan sapi merupakan binatang yang dapat menularkan leptospirosis. Penularan dari manusia ke manusia jarang dilaporkan.

Bakteri ini selanjutnya dapat masuk melalui kulit yang terluka, atau selaput lendir pada mata, hidung, bibir, dan mulut. Orang dengan risiko tinggi tertular leptospirosis adalah pekerja di sawah, pertanian, perkebunan, peternakan, pekerja tambang, atau dokter hewan

Apa tanda dan gejala leptospirosis?
Masa inkubasi leptospira berkisar sekitar 7-14 hari (rata-rata 10 hari), dan gejala yang dapat timbul antara lain:
1. Demam menggigil yang  mendadak
2. Nyeri kepala
3. Pegal-pegal
4. Nyeri otot, gejala khas yaitu nyeri tekan pada otot betis
5. Nyeri perut, mual dan muntah
6. Iritasi dan kemerahan pada mata disertai fotofobia (takut terhadap cahaya)
7. Ruam pada kulit
Pada kebanyakan orang, gejala ini dapat menghilang dalam waktu 5-7 hari, namun pada sekitar 10 persen pasien dapat jatuh ke kondisi leptospirosis yang berbahaya.

Apakah leptospirosis berbahaya?
Sekitar 10 persen leptospirosis akan berlanjut ke kondisi lebih parah yang disebut dengan penyakit Weil, biasanya terjadi setelah 1-3 hari gejala yang lebih ringan timbul. Gejala yang timbul berupa:
1. Demam kuning, dapat dilihat dari kulit dan mata yang menguning disertai pembesaran hepar dan limfa.
2. Gagal ginjal, kematian sel ginjal.
3. Perdarahan spontan, mimisan, bintik-bintik perdarahan di kulit. Apabila ada keterlibatan paru, pasien dapat mengeluh sesak napas, nyeri dada, dan batuk berdarah.
Pada 50 persen penderita dengan leptospirosis berat, infeksi dapat menyebar ke otak sehingga menyebabkan meningitis (peradangan selaput otak) dan ensefalitis (peradangan otak) yang ditandai dengan adanya kaku kuduk, nyeri kepala, muntah, sampai kejang-kejang.

Bagaimana cara mengobati leptospirosis?
Pada kebanyakan kasus, leptospirosis ditemukan dalam kondisi ringan, dilakukan pengobatan dengan menggunakan antibiotik selama 5-7 hari tergantung respon penyakit. Antibiotik harus diberikan secepat mungkin dan harus dihabiskan. Menghentikan antibiotik ketika gejala membaik dapat menyebabkan bakteri yang belum terbunuh menginfeksi kembali.
Obat-obatan penurun panas seperti parasetamol dan ibuprofen juga dapat diberikan untuk mengurangi gejala.

Pada kasus leptospirosis yang berat, penderita harus dirawat dan diobservasi, terkadang juga dibutuhkan alat bantu seperti ventilator untuk membantu pernapasan, dialisis untuk menggantikan fungsi ginjal, dan cairan infus untuk sebagai sumber nutrisi tubuh.

Bagaimana cara mencegah leptospirosis?
Tindakan pencegahan leptospirosis harus berdasarkan pengetahuan akan siapa saja yang berisiko tinggi dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Berikut metode pencegahan yang dapat dilakukan:

Mengontrol sumber infeksi
1. Vaksinasi terhadap binatang peliharaan yang bisa terkena leptospirosis.
2. Berantas binatang liar seperti tikus di lingkungan.
3. Jangan biarkan binatang peliharaan Anda memakan tikus liar.

Mengontrol rute penularan
1. Hindari berenang di sumber air tergenang yang kemungkinan tercemar urin binatang yang terinfeksi leptospirosis.
2. Kenakan alas kaki apabila hendak keluar rumah
3. Pastikan sumber air minum untuk mandi dan minum Anda bersih.

Mencegah infeksi di manusia
1. Vaksinasi pada manusia sejauh ini belum memberikan hasil yang memuaskan.
2. Berikan antibiotik untuk pencegahan bagi mereka yang berisiko tinggi untuk tertular.




Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Parfum Musim Hujan Wangi Warm Spicy dan Amber, Hangat dan Elegan

6 Parfum Musim Hujan Wangi Warm Spicy dan Amber, Hangat dan Elegan

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:57 WIB

6 Cara Menghilangkan Bau Apek Baju yang Dijemur Indoor saat Musim Hujan, Tak Perlu Cuci Ulang

6 Cara Menghilangkan Bau Apek Baju yang Dijemur Indoor saat Musim Hujan, Tak Perlu Cuci Ulang

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:55 WIB

Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya

Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Mulai Turun di Sebagian Wilayah, Ini Doa saat Musim Hujan

Mulai Turun di Sebagian Wilayah, Ini Doa saat Musim Hujan

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:30 WIB

7 Komponen Mobil yang Krusial Diperiksa selama Musim Hujan demi Keamanan

7 Komponen Mobil yang Krusial Diperiksa selama Musim Hujan demi Keamanan

Otomotif | Rabu, 22 April 2026 | 11:12 WIB

5 Rekomendasi Motor Listrik untuk Musim Hujan, Tangguh dan Aman

5 Rekomendasi Motor Listrik untuk Musim Hujan, Tangguh dan Aman

Otomotif | Kamis, 05 Maret 2026 | 12:43 WIB

Terkini

Tidak Hanya Micellar Water, Ini 5 Rekomendasi Cleansing Balm untuk Membersihkan Sisa Riasan

Tidak Hanya Micellar Water, Ini 5 Rekomendasi Cleansing Balm untuk Membersihkan Sisa Riasan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Direktur PT TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun! Diduga Manipulasi Harga Pupl dan Suap Pajak

Direktur PT TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun! Diduga Manipulasi Harga Pupl dan Suap Pajak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:34 WIB

OJK DIY Catat Belasan Ribu Laporan Scam, Kerugian Tembus Ratusan Miliar

OJK DIY Catat Belasan Ribu Laporan Scam, Kerugian Tembus Ratusan Miliar

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:30 WIB

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Ikut Merapat ke Istana Bogor Bareng Jajaran Kabinet, Kepala BRIN: Ada Agenda Penting

Ikut Merapat ke Istana Bogor Bareng Jajaran Kabinet, Kepala BRIN: Ada Agenda Penting

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:25 WIB

5 Rekomendasi Dehumidifier Terbaik untuk Atasi Ruangan Lembap, Mana Paling Worth It?

5 Rekomendasi Dehumidifier Terbaik untuk Atasi Ruangan Lembap, Mana Paling Worth It?

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:20 WIB

5 Moisturizer untuk Kulit Berminyak, Solusi Kulit Bebas Jerawat

5 Moisturizer untuk Kulit Berminyak, Solusi Kulit Bebas Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:44 WIB

×