Anda Pekerja Kantoran? Awas, Diincar 5 Risiko Ini!

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 30 Oktober 2016 | 07:03 WIB
Anda Pekerja Kantoran? Awas, Diincar 5 Risiko Ini!
Ilustrasi pekerja kantoram. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam beberapa hal pekerja kantoran nampaknya tak terlalu berisiko, karena hampir seluruh waktunya dilakukan di balik meja kerja. Berbeda halnya dengan pekerja lapangan yang harus terpapar sinar matahari hingga paparan polusi yang dapat mengganggu sistem pernapasan.

Tapi para ahli mengatakan bahwa pekerja kantoran justru memiliki risiko kesehatan yang akan muncul dalam jangka panjang. Oleh karena itu Anda yang memiliki profesi sebagai pekerja kantoran, harus mewaspadai setidaknya lima penyakit ini beberapa tahun mendatang.

Berikut penjelasannya seperti dilansir Medical Daily.

1. Nyeri pergelangan tangan
Keluhan yang sering dialami para pekerja kantoran adalah nyeri di bagian pergelangan tangan. Tuntutan kerja yang mengharuskan mereka menggunakan komputer sepanjang hari, memicu saraf di bagian pergelangan tangan terhimpit sehingga menyebabkan rasa sakit.

2. Nyeri di bagian leher
Postur tubuh yang menghadap ke layar komputer selama 8 jam lamanya juga dapat menyebabkan ketegangan di bagian tulang belakang yang memicu rasa nyeri di bagian leher. Pada gilirannya hal ini dapat membuat pekerja merasakan nyeri kepala yang menjalar dari leher.

3. Pembekuan di pembuluh darah vena
Tak seperti pekerja lapangan yang banyak bergerak, pekerja kantoran cenderung menghabiskan sepanjang waktunya dengan duduk di depan layar komputer. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika (CDC), kebiasaan duduk selama berjam-jam lamanya dapat memucu pembekuan di pembuluh darah kaki yang gejala awalnya adalah mati rasa.

Jika hal ini terus terulang karena kebiasaan duduk yang terlalu lama, maka seseorang dapat mengalami pecahnya pembuluh darah di bagian vena kaki yang dalam kasus terburuk menyebabkan kelumpuhan.

4. Osteoporosis
Tak banyak beraktivitas di kantor ditambah kurangnya waktu berolahraga, membuat pekerja kantoran rentan mengalami osteoporosis lebih awal. Seperti diketahui, osteoporosis merupakan pengeroposan tulang yang disebabkan karena tulang tak banyak dipakai untuk bergerak. Oleh karena itu sempatkan untuk berjalan mengelilingi area kantor setelah duduk 90 menit.

5. Penyakit metabolik
Mayo Clinic melansir bahaya yang ditimbulkan dari kebiasaan duduk berjam-jam lamanya saat berada di kantor, antara lain memicu obesitas, kolesterol tinggi, diabetes hingga serangan jantung. Pastikan Anda rutin berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu untuk mengurangi risiko kesehatan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pekerja Shift, Hati-hati Diincar Penyakit Ini!

Pekerja Shift, Hati-hati Diincar Penyakit Ini!

Health | Kamis, 27 Oktober 2016 | 19:24 WIB

Penurunan Fungsi Otak Mengintai Para Pekerja Kantoran

Penurunan Fungsi Otak Mengintai Para Pekerja Kantoran

Health | Jum'at, 06 November 2015 | 13:41 WIB

Ini Temuan Ilmuwan Bila Pekerja 'Ngantor' Sebelum Jam 10 Pagi

Ini Temuan Ilmuwan Bila Pekerja 'Ngantor' Sebelum Jam 10 Pagi

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2015 | 12:54 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB